Bripda Rohulina Matanari, Bintara Sat Lantas Polres Dairi, Sempat Ingin Menjadi Guru

Waktu itu, 7.000 jumlah kuota untuk polwan. Sempat dilema juga, antara memilih kuliah atau ikut tes masuk polisi.

Bripda Rohulina Matanari, Bintara Sat Lantas Polres Dairi, Sempat Ingin Menjadi Guru
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Bripda Rohulina Matanari saat ditemui, Minggu (3/3/2019) pagi. 

Selanjutnya, pertengahan April 2015, Lina pindah tugas ke Polres Dairi.

"Sudah berganti-ganti unit lah di sini. Pertama sekali di Bagian Sumda, kemudian ke Sat Intelkam, lalu ke Sat Sabhara. Terakhir ya di Sat Lantas ini, sejak Januari 2019 kemarin," tutur Lina lagi.

Lina mengatakan, saat ini ia sedang menempuh pendidikan S-1 Ilmu Hukum di salah satu perguruan tinggi swasta.

Disinggung minatnya mendaftar sebagai Taruna Akpol, Lina mengatakan bakal pikir-pikir dulu.

"Aku mensyukuri apa yang sudah aku punya saat ini. Pekerjaan ini adalah berkat," ucap alumnus SMA Negeri 1 Sumbul ini mengakhiri.

Sebelumnya, Lina mengungkapkan, kedua orangtuanya berprofesi Pegawai Negeri Sipil (sekarang Aparatur Sipil Negara). Ayahnya bekerja di Kantor Camat Sumbul, sedangkan ibunya guru SD.

Lina lahir di Dusun Parbuahan, Desa Pegagan Julu VI, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Sejak kecil hingga tamat SMA, ia tinggal bersama orangtuanya di dusun tersebut.

Ia menamatkan pendidikan dasar di SDN 030349 Parbuahan, kemudian melanjutkan pendidikan menengahnya ke SMPN 1 Sumbul.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved