Dzahin Shoper, Memproduksi Handycraft Motif Etnik

Owner Dzahin Shoper, Shandy Oktantya, yang juga sebagai ibu rumah tangga melirik peluang bisnis handycraft ini melalui skill menjahitnya.

Dzahin Shoper, Memproduksi Handycraft Motif Etnik
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Owner Dzahin Shoper, Shandy Oktantya memakai produk tas buatannya yang dibanderol Rp 85 ribu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bagi Anda ibu rumah tangga atau yang masih gadis jika ingin membuka usaha ada baiknya Anda memulai peluang usaha handycraft.

Selain tak memakan waktu yang lama, bisnis ini juga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Bisnis ini juga bisa mengembangkan daya imajinasi.

Owner Dzahin Shoper, Shandy Oktantya, yang juga sebagai ibu rumah tangga melirik peluang bisnis handycraft ini melalui skill menjahitnya.

Ia pun berwirausaha dengan memproduksi beragam kerajinan tangan etnik, berupa tas, tempat tisu dan sebagainya.

"Kita membuat dan menjual produk handycraft berupa tas, tempat tisu, clutch. Motifnya lebih ke etnik, ulos yang dipadukan dengan kulit sintetis," ujar Shandy, Minggu (3/3/2019).

Shandy menjelaskan untuk bisnis handcraft ini ia mempunyai modal awal lebih kurang Rp 6 jutaan. Melalui teman sekaligus tetangganya, ia belajar dan semakin mengasah kemampuannya menciptakan produk.

"Kami belajar dengan teman yang seprofesi, kebetulan dia tetangga dekat rumah. Dari situlah awal mulai kami tertarik untuk memulai usaha buat tas untuk di pusat pasar," ucap perempuan kelahiran 2 Oktober ini.

Shandy mengatakan pihaknya membuat dan menjual tas yang murah dan ia mempasarkan produknya ke Pusat Pasar Sambu, Medan. Meskipun begitu, ia mengaku bisnis ini sempat terkendala dan bentrok bisnis lainnya, sehingga modal usaha tertanam semua untuk produk.

"Kebetulan saya punya tante yang memiliki kios di daerah Ambarita di Siallagan. Jadi kami taruh barang di sana, dan kita bekerjasama. Setelah itu kami dikenalkan kepada seorang pengusaha yang sudah punya usaha yang besar, dari situ kami dipakai juga jasa menjahit kami ini," ujarnya.

Shandy mengatakan pihaknya juga menerima jasa tempahan untuk seminar berupa souvenir ataupun goodybag. "Proses pembuatan dimulai dari pengemalan, digunting lalu dijahit," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved