Jalan Rusak Tewaskan Pengendara di Siantar, Praktisi Hukum: Wali Kota Bisa Dipenjara Lima Tahun!

Kepolisian harus melakukan penyelidikan dan penyidikan apakah kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kelalaian pengguna jalan atau diakibatkan. .

Jalan Rusak Tewaskan Pengendara di Siantar, Praktisi Hukum: Wali Kota Bisa Dipenjara Lima Tahun!
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Mangasi Purba saat diwawancarai wartawan, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Peraktisi Hukum Kota Pematangsiantar Mangasi Purba mengungkapkan kecelakaan akibat jalan berlubang yang mengakibatkan korban meninggal dunia dapat menuntut pemerintah.

Mangasi menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas, penyelenggara jalan dapat dikenakan hukuman penjara lima tahun atau denda Rp 120 juta terhadap korban yang meninggal dunia.

"Keluarga korban dapat membuat laporan ke polisi. Kepolisian harus melakukan penyelidikan dan penyidikan apakah kecelakaan tersebut diakibatkan oleh kelalaian pengguna jalan atau diakibatkan oleh kerusakan jalan," ujar Mangasi, Minggu (3/3/2019).

Dijelaskan Mangasi, penyelenggara jalan atau kepala daerah dapat terancam penjara enam bulan atau denda Rp 12 juta bagi korban luka ringan. Terancam hukuman penjara satu tahun atau denda Rp 24 juta bagi korban luka berat. Sedangkan korban meninggal dunia, penyelenggara jalan dikenakan ancaman penjara lima tahun atau denda Rp 120 juta.

Mangasi mengatakan peraturan ini harus diterapkan agar pemerintah berbenah untuk lebih memerhatikan sarana publik.

Diketahui, Sugiono (55) meninggal dunia terperosok di jalan ambles yang dibiarkan berbulan-bulan di Jalan Manunggal Karya Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar.

"Artinya Walikota tidak peka terhadap kondisi kota Pematangsiantar. Jangan-jangan walikota hanya terima laporan saja dari anak buahnya tanpa mau cek langsung ke lapangan. Budaya mengundurkan diri harus di praktekkan di negara ini secara khusus di Pematangsiantar, bila ternyata tidak mampu memberi pelayanan terhadap masyarakat,"ujar Mangasi yang berdomisili di Kota Siantar.

Saat disinggung tentang Wali Kota Siantar Hefriansyah Nor yang mendatangi keluarga korban dan memberikan tali asih, Mangasi mengapresiasi hal itu. Namun, ia mengatakan harus ada yang bertanggung jawab dalam hal ini.

"Sah-sah saja walikota datang menemui keluarga korban tetapi tetap saja ada pihak yang harus bertanggung jawab terhadap kejadian ini,"ujarnya.

Selain itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat turut angkat bicara. Djarot yang pernah maju sebagai Calon Gubernur Sumut ini membagikan pengalaman tentang fasilitas publik ketika menjabat sebagai Wali Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved