Meriahkan Millenial Road Safety Festival, Ribuan Pelajar Bentangkan Kain Khas Karo

Ruas jalan dari lokasi wisata Bukit Kubu Jalan Jamin Ginting, hingga Taman Mejuah-Juah, Jalan Gundaling Berastagi

Meriahkan Millenial Road Safety Festival, Ribuan Pelajar Bentangkan Kain Khas Karo
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Ribuan pelajar membentangkan kain tradisional khas Karo, di kawasan Tugu Perjuangan, Berastagi, Minggu (3/3/2019). Aksi ini merupakan dalam rangka memeriahkan kegiatan Millenial Road Safety Festival. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Ruas jalan dari lokasi wisata Bukit Kubu Jalan Jamin Ginting, hingga Taman Mejuah-Juah, Jalan Gundaling Berastagi, Minggu (3/3/2019) pagi mendadak dihiasi dengan kain tradisional khas karo.

Amatan Tribun-Medan.com, kain yang disebut uis Beka Buluh dan uis Nipes itu, saling disambungkan kepada setiap orang yang memegangnya. Diketahui, masyarakat yang kebanyakan didominasi oleh para pelajar ini, merupakan dari bagian kemeriahan acara Millenial Road Safety Festival, yang diselenggarakan oleh Polres Tanah Karo.

Menurut informasi dari panitia Aipda Budi Sastra Negara, total peserta yang membawa uis tersebut sekitar tiga ribu orang. Dari keseluruhan, didominasi oleh para pelajar dari berbagai Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tersebar di Kabupaten Karo.

"Kalau total peserta yang bawa uis kurang lebih tiga ribu orang, awal berjalannya itu dari depan Hotel Rudang di depan Bukit Kubu," ujar Budi.

Dikatakannya, setelah dilepas oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, para peserta kemudian melanjutkan jalan santai menuju Taman Mejuah-Juah. Lokasi tersebut, merupakan titik pusat kegiatan Millenial Road Safety Festival.

Dikatakannya, aksi ini dimaksudkan untuk memecahkan Rekor Muri, dengan kategori pembentangan kain tradisional terpanjang di Indonesia. Selain itu, juga ditujukan untuk melestarikan kebudayaan asli daerah Bumi Turang ini.

"Di acara ini, kita mau menyajikan sesuatu yang berbeda, selain itu juta juga ingin melestarikan budaya asli Karo," ucapnya.

Untuk pemecahan rekor ini, kain yang terbentang ditargetkan mencapai panjang 1.500 meter. Sebelumnya, rekor serupa juga pernah dicatat untuk kain tradisional Lombok, sepanjang 274 meter.

Dikatakan Budi, kegiatan ini ditujukan untuk mengampanyekan berkeselamatan lalulintas di kalangan kaum millenial. Karena menurut data dari Korlantas Polri, saat ini angka kecelakaan didominasi oleh para remaja. Diketahui, kegiatan serupa juga digelar di seluruh jajaran Polres se Sumatera Utara. 

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved