Parulian Sihombing Anggota Gemabato Melestarikan Budaya Lewat Miniatur Rumah Bolon

Sintong Parulian Sihombing (23), Putra asli Pulau Samosir, satu dari Anggota Gerakan Mahasiswa Batak Toba (Gemabato)

Parulian Sihombing Anggota Gemabato Melestarikan Budaya Lewat Miniatur Rumah Bolon
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Karya-karya miniatur rumah adat Batak Toba milik Parulian Sihombing yang sedang dalam proses pengerjaan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sintong Parulian Sihombing (23), Putra asli Pulau Samosir, satu dari Anggota Gerakan Mahasiswa Batak Toba (Gemabato) merasa bertanggung jawab menggali lebih dalam struktur arsitektur Rumah Adat Batak berdasarkan teknik perancangan, yang kini semakin sirna. 

“Saat ini bisa dipastikan, jangankan masa generasi sekarang. Ternyata, kalangan orang tua pun mayoritas tidak mengetahui atau tidak mau tau lagi,” tuturnya ketika berbincang dengan Tribun di Samosir, Minggu (3/3/2019)

Dia mewujudkan misinya melalui menciptakan miniatur rumah adat Batak. 

Hal menarik dari apa yang sedang dikerjakan Parulian bukan saja soal keindahan, namun proses pengerjaan dilakukan berdasarkan kajian akademis. 

Berbekal ilmu Teknik Arsitektur di Kampus Institut Teknologi Medan (ITM) yang masih sedang dijalaninya, dirinya memilih jalan yang berbeda dibanding rekannya dalam memenuhi indikator seminar penelitian kampusnya.

Sejalan dengan Tridarma Perguruan Tinggi, pria yang lahir di Pebukitan Pulau Samosir, 12 Oktober 1995 lalu ini berupaya menggali nilai budaya yang telah pudar ditelan jaman.

Bukan saja generasi milenial, kalangan orang tua saja sudah banyak tidak mengetahui nilai-nilai serta filosofi yang ada pada Rumah Adat Batak meski sebenarnya generasi tua tersebut masih lahir di Tanah Batak.

Hal itu menjadi motivasi bagi Parulian dalam penggaliannya menuliskan kembali tentang struktur rumah Adat Batak mencakup fungsi, filosofi, ornamen gorga hingga ke tipologi atau tipe rumah per wilayah di sebagian Tanah Batak. 

Dalam teknik perancangan arsitekturnya, yang dikerjakan Parulian adalan Miniatur Rumah Adat Batak yaitu ruma bolon dan ruma sopo.

Berkunjung ke tempat miniatur produksinya, tata letak sesuai konsep perkampungan ‘Parhutaan’ orang Batak masa lalu kini sedang disiapkannya. 

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved