Edisi Cetak Tribun Medan

Penduduk Miskin Sumut Berkurang 33 Ribu Jiwa, Peringkat Ke-18 Secara Nasional

Sumut menempati peringkat ke-18 dari 34 provinsi di Indonesia terkait jumlah penduduk miskin.

Penduduk Miskin Sumut Berkurang 33 Ribu Jiwa, Peringkat Ke-18 Secara Nasional
TRIBUN MEDAN/INDRA SIPAHUTAR
Husni digubuk miliknya yang ada di hutan Desa Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, Deliserdang Selasa, (26/2/2019). 

MEDAN, TRIBUN - Kondisi sosial kemasyarakatan Sumut saat ini menunjukkan tren yang membaik. Hal tersebut ditandai dengan menurunnya persentae penduduk miskin.

Pada September 2018 persentase jumlah penduduk miskin di Sumut 8,94 persen. Angka tersebut menurun 0,28 poin dibanding Maret 2018, yakni 9,22 persen.

Namun secara nasional, Sumut menempati peringkat ke-18 dari 34 provinsi di Indonesia terkait jumlah penduduk miskin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suhaimi mengatakan, provinsi dengan penduduk miskin tertinggi pada September 2018 adalah Papua, 27,43 persen. Sedangkan daerah dengan penduduk miskin terendah adalah DKI Jakarta, 3,55 persen.

"Persentase penduduk miskin Sumut pada September 2018 sebesar 8,94 persen, menurun 0,28 poin dibanding maret 2018 yang sebesar 9,22 persen," ujarnya, Sabtu (2/3).

Ia menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Sumut pada September 2018 sebanyak 1.291,99 ribu jiwa atau menurun 33 ribu jiwa dibanding Maret 2018, sebanyak 1.324,98 ribu jiwa.

"Persentase penduduk miskin perkotaan-perdesaan pada September 2016 hingga September 2018, dan disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan semakin rendah," katanya.

Ia mengatakan, pada September 2016, jumlah penduduk miskin di kota 9,69 persen, di desa 10,86 persen.

Pada Maret 2017, di kota 9,80 persen dan di desa 10,66 persen. Lalu September 2017, di kota 8,96 persen dan di desa 9,62 persen. Maret 2018, di kota 9,15 persen dan di desa 9,30 persen. Dan, pada September 2018, di kota 8,84 persen, dan di desa 9,05 persen.

"Selama Maret 2018 hingga September 2018 garis, kemiskinan naik sebesar 3,60 persen, yaitu dari Rp 435.970 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 451.673 per kapita per bulan pada September 2018," katanya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved