Deliserdang Dapat Penambahan Jatah Kuota Gas Elpiji 3 Kg Dua Ribu Metrik Ton

Dengan adanya penambahan kuota Pemkab berharap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang tidak mampu.

Deliserdang Dapat Penambahan Jatah Kuota Gas Elpiji 3 Kg Dua Ribu Metrik Ton
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi: Elpiji 3 Kg 

TRIBUN-MEDAN.com- Kabupaten Deliserdang mendapatkan penambahan kuota sebanyak 2 ribu metrik ton untuk jatah gas elpiji ukuran 3 kilogram dari Pertamina pada tahun ini.

Dengan adanya penambahan kuota Pemkab berharap bisa memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang tidak mampu.

Hal ini diucapkan oleh Kabag Perekonomian Pemkab Deliserdang, Putra Jaya Manalu yang ditemui di kantor Bupati Senin, (4/3).

"Pertemuan kita saat di Jakarta Deliserdang memang dapat penambahan kuota sebanyak 2 ribu metrik ton untuk gas elpiji subsidi. Jika ditahun 2018 kuota Deliserdang hanya dapat 66 ribu metrik ton pada tahun 2019 kita dapat kuota 68 ribu metrik ton. Pada tahun lalu kita rasakan ya masih kurang dan diharapkan tahun ini mampu memenuhi kebutuhanlah," ujar Putra Jaya Manalu.

Mantan Kepala Dinas Pasar Deliserdang ini berpendapat mekanisme penyaluran gas elpiji 3 kilogram ini perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini lantaran pendistribusiannya tidak seperti pendistribusian Raskin (beras miskin) yang turunnya melalui Kepala Desa hingga ke Kepala Dusun.

Karena pendistribusian langsung kepada agen atau penyalur perlu lagi ditingkatkan pengawasan agar tidak ada permainan.

"Kalau kita berpendapat 68 ribu metrik ton ini sudah cukup lah. Mekanisme di lapangan ini yang sulit ditanggapi karena pendistribusian tidak seperti Raskin. Sebenarnya sasaran gas elpiji 3 kilogram ini jugakan untuk yang ekonominya tidak mampu," kata Putra.

Sementara itu terkait pengoperasionalan gas alam yang sudah terpasang 5600 sambungan di Kecamatan Tanjung Morawa, Putra menyebut akan diresmikan pada besok Rabu, (6/3). Disebut kalau yang meresmikannya adalah Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Arcandra Tahar. Dijelaskan bahwasanya pemasangan jaringan gas alam di 7 desa di Kecamatan Tanjung Morawa sudah selesai pada akhir tahun lalu.

"Jadi setelah diresmikan sama pak Wamen nanti baru kemudian seluruh warga yang rumahnya sudah terpasang jaringan gas alam sudah bisa memanfaatkannya. Baru di bulan selanjutnya sudah bisalah masyarakat membayar tagihan perbulannya yang bisa dibayarkan melalui online. Yang 5.600 sambungan kemarin inikan dipasang secara gratis oleh Kementerian ESDM," kata Putra.

Berdasarkan koordinasinya dengan Kementerian ESDM, Putra menyebut kalau permohonan Pemkab Deliserdang untuk penambahan pemasangan jaringan gas alam secara gratis kembali belum dapat ditindaklanjuti.

Hal ini lantaran pada tahun 2019 pihak Kementerian ESDM tidak ada memprogramkan kegiatan pemasangan jaringan gas alam gratis di wilayah Sumatera Utara. Disebutnya kalau Pemkab mengharapkan agar realisasi penambahan dapat ditindaklanjuti pada tahun 2020.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved