Masa Penahanan Habis, Pembunuh Salsabila Hirup Udara Bebas

Kan kewenangan penahanan ada pada Mahkamah Agung sebab yang bersangkutan sedang kasasi.

Masa Penahanan Habis, Pembunuh Salsabila Hirup Udara Bebas
TRIBUN MEDAN/HO
DF ketika hendak dikeluarkan dari Lapas Lubukpakam, Senin, (4/3/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Satu dari tiga orang pelaku pembunuhan terhadap Salsabila Aidil Adha (15) siswa SMK Tunas Karya Batang Kuis Kabupaten Deliserdang yang dibunuh pada tahun 2018 lalu akhirnya menghirup udara bebas Senin, (4/3/2019).

Satu orang yang dimaksud adalah DF (15) yang merupakan warga dusun I Desa Lengau Seorang Kecamatan Tanjung Morawa.

Ia dikeluarkan dari Lapas Kelas II B Lubukpakam lantaran masa penahanannya sudah habis.

Informasi yang dikumpulkan di Lapas Lubukpakam DF sebenarnya masih berstatus sebagai terdakwa lantaran ia mengajukan upaya hukum Kasasi dan belum ada putusan.

Sementara itu dua pelaku lain BK (16) dan AP (17) sudah berstatus sebagai terpidana. Perkara BK dan AP sudah berkekuatan hukum tetap (Inkrah) pasca diputus 9 tahun oleh Pengadilan Tinggi Sumut.

Korban pembunuhan Salsabila Aidil Adha
Korban pembunuhan Salsabila Aidil Adha ()

Kalapas Lubukpakam, E.P Prayer Manik yang dikonfirmasi membenarkan bahwa DF sudah mereka keluarkan.

Ia membenarkan bahwasanya masa penahanan terhadap yang bersangkutan sudah habis terhitung sejak tanggal 4 Maret. Saat dikeluarkan dari Lapas itu disebut pihaknya tetap berkordinasi dengan Pengadilan Negeri Lubukpakam dan Kejaksaan Negeri Deliserdang.

"Ya kita tetap koordinasi tadi pagi sama Ketua PN Lubukpakam. Ya tadi pagi itu mereka (pihak Pengadilan) sempat coba telepon Mahkamah Agung karena kan kewenangan penahanan ada pada Mahkamah Agung sebab yang bersangkutan sedang kasasi. Setelah menelpon itu kemudian diperintahkan suruh keluarkan. Atas pertimbangan itu selanjutnya ya kita lakukan (dikeluarkan) dan serahkan sama Jaksa,"ujar Prayer Manik.

Dikeluarkannya DF dari Lapasnya disebut tetap mengikuti aturan dimana dibuat berita acara pengeluaran tahanan dikeluarkan demi hukum. Sesuai data yang tertuang dalam berita acara diketahui setelah dikeluarkan yang bersangkutan langsung diserahkan kepada penasehat hukumnya, RH Sitanggang didampingi oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak.

"Tadi pukul 10.00 WIB penyerahannya. Kalau yang dua lagi karena sudah inkrah ya tidak bisa dikeluarkan karena mereka tidak melakukan upaya hukum Kasasi. Kalau si DF ini perhari ini sudah habis masa penahanannya,"kata Prayer.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh pihak Lapas diketahui kalau DF sudah ditahan oleh pihak kepolisian sejak 27 September 2018. Ia menjadi tahanan Kejaksaan setelah dilakukan tahap II oleh polisi (penyerahan barang bukti dan tersangka) pada 9 Oktober. Pada 11 Oktober selanjutnya yang bersangkutan menjadi tahanan Pengadilan Negeri Lubukpakam.

Di tingkat peradilan pertama ini DF sempat divonis 8 tahun sementara dua rekannya masing-masing 9 tahun. Ketiga pelaku pembunuhan sempat mengajukan upaya hukum Banding. Saat itu ketiganya divonis 9 tahun secara keseluruhan. Baru kemudian hanya DF lah yang mengajukan Kasasi dan hingga kini belum diputus perkaranya dengan nomor 38/Pidana.Sus.Anak/2018/PT Medan Jo 82/Pidana.Sus.Anak/2018/PN Lbp.

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved