PD Pasar Akan Eksekusi Pedagang Jalan Bulan Sambu Selepas Pilpres

Dirut PD Pasar Pemko Medan Rusdi Sinuraya mempertegas pihaknya akan melakukan eksekusi pedagang di Jalan Bulan

PD Pasar Akan Eksekusi Pedagang Jalan Bulan Sambu Selepas Pilpres
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Sebuah sepeda motor melintasi Jalan Bulan, Sambu yang akan direlokasi oleh PD Pasar pascapilpres 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Pasar Pemko Medan Rusdi Sinuraya mempertegas pihaknya akan melakukan eksekusi pedagang di Jalan Bulan, Sambu, Medan pasca pilpres April 2019. 

Hal tersebut ia jalankan usai PD Pasar (tergugat) memenangi gugatan yang dilayangkan Himpunan Pedagang Pusat Pasar di PTUN Medan beberapa waktu lalu.

Rusdi Sinuraya mengatakan, eksekusi terhadap sejumlah pedagang akan dilaksanakan dengan merelokasi sejumlah pedagang ke pasar lainnya yang masih ada dibawah naungan PD Pasar Pemko Medan.

"Kita sudah menangkan gugatan, termasuk yang terakhir di PTUN Medan. Selesai Pilpres nanti, pasar di Jalan Bulan akan kita eksekusi. Untuk para pedagang akan diberikan beberapa opsi dipindahkan ke beberapa pasar lainnya," ujar Rusdi.

Amatan Tribun Medan di lokasi Pasar Jalan Bulan Sambu Medan, sebuah spanduk berdiri kokoh menuliskan bahwa pasar tersebut masih menunggu hasil Peninjauan Kembali dari PTUN Medan. Namun, Rusdi tak bergeming. Eksekusi tetap akan dilaksanakan.

"Oh itu biasa, sah-sah saja, kita tetap akan mengeksekusi juga," pungkasnya.

Para pedagang Pasar jalan Bulan, diketahui sudah disurati oleh PD Pasar pada 31 Maret 2017 mengenai permintaan pengosongan kios pedagang, namun sejumlah para pedagang tidak dapat menerima hal itu. Sebab, para pedagang menyebutkan bahwa selama ini pihak PD Pasar tidak pernah mengajak para pedagang untuk berdiskusi mengenai hal itu.

Para pedagang diminta pindah ke pasar Laucih di kawasan Medan Tuntutungan, namun, beberapa diantaranya masih enggan melakukannya dan memilih bertahan di lapak-lapak dagangan mereka di jalan Bulan dan sebagian kecil lainnya di jalan Veteran Medan.

Pasalnya, pedagang di kawasan Sambu itu pernah mencoba berjualan di Pasar Laucih, namun mereka mengaku mengalami kerugian.

"Gak mau lah kami pindah. Jauh itu ke sana, hilang langganan kami", ujar lelaki yang disapa Pak Saragih itu. Ia menuturkan, sejauh ini dirinya masih berupaya berdagang di Jalan Bulan lantaran sudah punya langganan.

Setali tiga uang dengan keterangan Saragih, salah seorang pemilik warung kopi, mengaku heran dengan keputusan Pemerintah Kota Medan merelokasi mereka. Ia dan teman-temannya membantah menjadi sumber kemacetan di kawasan tersebut.

"Apanya sebenarnya salah kami sampai direlokasi, kalau dibilang sebagai penyebab macet. Itu bukan kami. Itu ulah mobil-mobil yang keluar masuk sekolah itu. Siswa siswinya banyak yang naik mobil," ujarnya menunjuk sebuah sekolah yang ada di kawasan tersebut.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved