Pengacara Tersangka Korupsi Tugu Mejuah-juah Yakin Kejari Karo akan Terbitkan SP3

A.D. Handoko, mengungkapkan pihaknya yakin jika penetapan tersangka dan kasus para kliennya itu akan dihentikan.

Pengacara Tersangka Korupsi Tugu Mejuah-juah Yakin Kejari Karo akan Terbitkan SP3
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kuasa hukum para tersangka dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah A.D. Handoko (kiri), dan rekannya Liberty Sinaga (kanan), yakin Kejaksaan Negeri Karo akan menerbitkan SP3 bagi clientnya terkait dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah, Senin (4/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Setelah sekian lama bergulir, kasus dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah, terus memasuki babak baru. Sebelumnya, para tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo dikabarkan memenangkan praperadilan (Prapid) di Pengadilan Negeri Kabanjahe.

Ketiganya yakni, Kepala Dinas Perkim Pemkab Karo Chandra Tarigan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Radius Tarigan, serta pekerja proyek Edi Perin Sebayang.

Selain diputuskan menang Prapid, sesuai dengan surat putusan Nomor 3/Pid.Pra/2019/PN Kbj, Majelis Hakim juga dikabarkan meminta Kejari Karo menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk ketiganya.

Kuasa hukum para tersangka A.D. Handoko, mengungkapkan pihaknya yakin jika penetapan tersangka dan kasus para kliennya itu akan dihentikan. Karena, menurutnya sesuai dengan unsur Prapid tersebut, ketiganya tidak cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita yakin pihak Kejaksaan akan melakukan langkah sesuai dengan arahan dari pengadilan untuk menerbitkan SP3," ujar Handoko, saat ditemui di Desa Raya, Berastagi, Senin (4/3/2019).

Saat disinggung mengenai keputusan Kajari Karo Gloria Sinuhaji SH, MH, yang menyebutkan akan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru bagi ketiganya, Handoko menyebutkan hal tersebut tidak bisa dilakukan begitu saja. Karena menurutnya, Sprindik tidak bisa diterbitkan lebih dari satu kali untuk penetapan tersangka yang belum cukup bukti.

Dirinya mengaku aneh jika Kejaksaan akan mengeluarkan sprin yang baru, karena penetapan tersangka sesuai dengan sprindik yang lama sudah tidak sah.

"Kan sprin yang pertama sudah tidak sah penetapan tersangkanya, karena tidak ada dua alat bukti yang sah. Jadi gimana caranya kalau mau diterbitkan sprindik yang baru, kami enggak tau apa nanti mereka (Kejari) pakai jurus mabok, kalau gitu kami juga pakai jurus mabok seperti Wong Fe Hung," ucapnya sembari tertawa.

Sebelumnya, Gloria menyebutkan setelah kalah Prapid pihaknya belum dapat memutuskan langkah apa yang akan diambil. Terlebih, pihaknya juga belum menerima hasil putusan dari Pengadilan Negeri Kabanjahe.

Namun begitu, Gloria mengungkapkan Kajari tetap akan sesuai dengan pemeriksaan sebelumnya yang telah ditemukan unsur korupsi, pihaknya akan melanjutkan penyidikan. Dirinya menyebutkan, jika dilihat dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa objek baru daripada Prapid itu penetapan tersangka, bukan masalah sah atau tidaknya penyidikan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved