Alasan Warga Stop Truk Aquafram Muatan Ikan dan Pelet, Aliansi Warga Minta Bentuk Pansus

Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba setuju dengan mengusulkan DPRD Sumut untuk segera mungkin membentuk Pansus.

Alasan Warga Stop Truk Aquafram Muatan Ikan dan Pelet, Aliansi Warga Minta Bentuk Pansus
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Truk pengangkut pakan ikan PT Aquafarm Nusantara melakukan aktivitas bongkar muat di Girsang I, Tepatnya di depan rumah camat Girsang Sipangan Bolon, Parapat. 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba setuju dengan mengusulkan DPRD Sumut untuk segera mungkin membentuk Pansus.

Hal ini dikemukakan Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba, Remember Manik, Selasa (5/3/2019).

Dia menuding pemerintah hanya bisa diam tidak memberlakukan peraturan yang sudah ada. Ini terkait dengan aktivitas PT Aquafram Nusantara yang diduga melakukan pencemaran lingkungan Danau Toba.

"Sudah hebat UU kita, tapi apa oknum-oknumnya yang merusak UU tersebut. Kami setuju kapan kita akan membentuk pansus," kata Remember Manik.  

Remember Manik juga menyampaikan, PT Aquafram Nusantara bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga infrastruktur akses menuju kawasan Danau Toba.

Perihal ini dilihat dari tumpahan air yang membawa ikan-ikan itu dengan menggunakan truk-truk yang bermuatan lebih. 

Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba, Remember Manik, saat mengikuti RDP, bersama Dewan Komisi D, DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (5/3/2019).(Satia).
Ketua Aliansi Gerakan Masyarakat Peduli Danau Toba, Remember Manik, saat mengikuti RDP, bersama Dewan Komisi D, DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (5/3/2019).(Satia). (TRIBUN MEDAN/SATIA)

Akibat dari over tonase itu, jalan-jalan yang menghubungkan antar kabupaten rusak parah. Akan tetapi setelah rusak parah, PT Aquafram Nusantara tidak bertanggungjawab. 

Ia bersama seluruh warga sudah meminta untuk truk-truk itu tidak terlalu banyak membawa ikan-ikan yang airnya tumpah, akan tetapi perusahaan tidak mendengarkannya.

"Jangan ada tumpahan air di jalan, mereka membawa air ikan itu tumpah di jalan, karena muatannya terlalu banyak. Kita bukan menghadang tetapi, perusahaan ini harus mengikuti regulasi dari negara ini," katanya. 

Menurut Remember Manik, pihak PT Aquafram Nusantara sempat memperbaiki namun hanya sebagian dari jalan yang rusak di beberapa kawasan yang menghubungkan antar kabupaten.

Halaman
12
Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved