Dilarang Dishub, Truk Kontainer Ini Tetap Lakukan Bongkar Muat di Terminal Sosor Saba Parapat

Pengusaha angkutan barang tidak diperbolehkan memakai terminal sebagai tempat bongkar muat barang.

Dilarang Dishub, Truk Kontainer Ini Tetap Lakukan Bongkar Muat di Terminal Sosor Saba Parapat
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Truk kontainer mitra PT Aquafarm tetap melakukan bongkar muat di Terminal Sosor Saba Parapat, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, PARAPAT - Truk kontainer mitra PT Aquafarm tetap melakukan bongkar muat di Terminal Sosor Saba Parapat, Selasa (5/3/2019).

Meski Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun telah melarang bongkar muat, namun mitra perusahaan Aquafarm yakni PT Eka Samudra tidak mengindahkan aturan dari Dishub Simalungun.
 

Menurut Remember Manik, warga Parapat Surat beberapa waktu lalu telah dilakukan rapat dengan ditindaklanjutinya surat yang diterbitkan Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun.

Surat tersebut dengan nomor 551/82/143/2019 tertanggal 21 Februari 2019 bahwa jalan arteri, kolektor, lokal dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor dengan ukuran tidak melebihi 2100 mm, tinggi 3500 mm, dan ukuran panjang 9.000 mm, dan muatan sumbu terberat 8 ton.

Pada point ke point ke 5, surat Dishub tanggal 21 Februari 2019 khusus untuk kota Parapat, Pengusaha angkutan barang  tidak diperbolehkan memakai terminal sebagai tempat bongkar muat barang.
 

"Sudah jelas pada point ke 5, surat Dishub tanggal 21 Februari 2019 khusus untuk kota Parapat, Pengusaha angkutan barang  tidak diperbolehkan memakai terminal sebagai tempat bongkar muat barang,"jelasnya.
 

Seperti pantauan Tribun, bongkar muat pakan ikan nila itu dilakukan di Terminal Sosor Saba Parapat. Karung-karung berisi pelet dilansir dari kontainer Fuso ke dalam truk colt diesel rida enam untuk selanjutnya diangkut ke Ajibata.
 

Karenaya, Remember berharap agar Dinas Perhubungan dan Uspika Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dapat menindaklanjuti dan serta memberi sangki atas pelanggaran tersebut sesuai undang-undang yang berlaku. Soal pelangaran yang terjaditemtu menjadi pertanyaan bagi warga Parapat.
 

"Kenapa hal ini bisa terjadi, padahal sudah jelas ada aturannya,"ungkap Remember dengan nada bertanya.
 

Dia menuding pemerintah hanya bisa diam tidak memberlakukan peraturan yang sudah ada. Ini terkait dengan aktivitas PT Aquafram Nusantara yang diduga melakukan pencemaran lingkungan Danau Toba.
 

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved