Jaksa Tak Dapat Buktikan Dakwaan, Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung Divonis Bebas

Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung divonis bebas oleh hakim yang diketuai Erintuah Damanik

Jaksa Tak Dapat Buktikan Dakwaan, Mantan Bupati Tapteng Sukran Tanjung Divonis Bebas
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung (rilis) bersama abangnya Alamsyah Tanjung saat mendengarkan putusan hakim yang diketuai Erintuah Damanik di Ruang Cakra 8, PN Medan, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung divonis bebas oleh hakim yang diketuai Erintuah Damanik di Ruang Cakra 8, PN Medan, Selasa (5/3/2019).

Terdakwa Dalam perkara ini awalnya divonis dituntut pidana penjara 3 tahun oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadlan Sinaga bersama sang abang Amirsyah Tanjung karena melanggar 378 Jo Pasal 55(1) ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penipuan dan penggelapan.

Namun, putusan Sukran berbeda dengan sang abang Amirsyah Tanjung yang terbukti bersalah dengan vonis hukuman 2 tahun penjara.

Saat dimulai persidangan, Sukron tampak didudukkan bersama dengan adinya Amirsyah. Tak terlalu banyak gerakan yanh dilakukan Sukran, mantan Bupati Tapteng ini tampak lebih tenang.

Namun, ketika mendengarkan keterangan dari Hakim yang mengatakan dirinya bebas, Sukran sontak tampak semringah wajahnya yang awalnya datar sudah bisa mengeluarkan senyum sesekali.

Sang Abang yang mendengar putusan berbeda langsung menunjukkan ekspresi tak terima dengan mengerutkan wajah dan tampak langsung ingin berbicara dengan kuasa hukumnya.

Humas PN Medan, Erintuah Damanik yang juga menjadi Hakim Ketua dalam kasus ini menerangkan bahwa fakta persidangan menunjukkan bahwa Sukran tak terbukti melakukan penggelapan.

"Fakta persidangan tidak ada yang mengaitkan dia antara abangnya dengan saksi korban Yosua Marudut. Tidak juga pernah ada ketemu saksi korban dengan Sukran. Tidak ada juga pernah si Sukran menerangkan atau menjelaskan sesuatu tentang adanya proyek," katanya seusai sidang.

Ia menyebutkan bahwa dalam persidangan dirinya tak menemukan adanya keterkaitan Amirsyah dengan Sukran di kasus penipuan ini.

"Katanya seperti itu, tapi ketika di persidangan membantah si Sukran menjanjikan ke dia (saksi korban). Bisa jadi karena abang kita bupati, oh abangku bupati berarti ada proyek pasti ada proyek. Tetapi faktanya di persidangan tidak ada pernah si Amir ini mengatakan seperti itu kepada korban," tambahnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved