Masyarakat Danau Toba Sebut Masyarakat Kini Ogah Berenang dan Ambil Air di Danau karena tercemar KJA

Dulunya orang bisa berenang dan bisa juga untuk minum air Danau Toba itu, tetapi sekarang apa yang ada, bau sudah sangat terasa dan tercemar

Masyarakat Danau Toba Sebut Masyarakat Kini Ogah Berenang dan Ambil Air di Danau karena tercemar KJA
Tribun Medan /Satia
Suasana Ruang Rapat Komisi D, DPRD Sumut, lantai dua, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUN MEDAN.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan beberapa elemen masyarakat Danau Toba, membahas masalah pencemaran lingkungannya yang disebabkan oleh Keramba Jaring Apung (KJA).

Rapat ini diadakan di gedung DPRD Sumut, Lantai dua, ruang Komisi D, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Selasa (5/3/2019).

Lamsiang Sitompul seorang perwakilan dari Yayasan Pencinta Danau Toba menyampaikan, bahwa saat ini air tersebut sudah sangat tercemar oleh KJA yang banyak beroperasi diperairan itu.

Ia juga menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Toba - Samosir selama ini tidak ada melakukan kajian apapun.

"Dulunya orang bisa berenang dan bisa juga untuk minum air Danau Toba itu, tetapi sekarang apa yang ada, bau sudah sangat terasa dan tercemar. Bupati lalai dalam hal penindakan ini," katanya di dalam ruang rapat itu.

Ia juga meminta kepada anggota dewan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk sesegera mungkin melakukan penelitian terhadap tercemar perairan Danau Toba.

Kemudian, ia dengan puluhan warga yang tergabung dalam yayasan itu juga sudah membuat laporan ke Polda Sumut tetapi tidak juga ditanggapi.

"Kami minta segera mungkin bentuk Pansus pencemaran Danau Toba. Kami sudah adukan ke Polda tahun 2017 tidak juga ditanggapi," kata dia.

35 Squad Bertarung di Lucky Stick Mobile Legends Battle Ground Perebutkan Brio dan Uang Rp 75 Juta

Dilarang Menikah, Pasangan Remaja Ini Minggat dari Rumah, Hingga Akhirnya Dinikahkan Secara Resmi

Rahasia Asupan Makanan yang Buat Penghuni Pulau Okinawa di Jepang Berusia 100 Tahun Terbongkar

Jangan Bersihkan Telinga dengan Cotton Bud dan Ear Candling, INI RESIKONYA. .

Kemudian, hal senada juga disampaikan, perwakilan Gerakan Masyarakat Perduli Danau Toba, Remember Manik mengatakan, bahwa pemerintah lalai dalam mengawasi pihak perusahaan.

Lalainya pemerintah ini terlihat dari masih bebasnya pihak perusahaan mengangkut dan membiarkan truk-truk pengangkut pakan ikan yang digunakan untuk memberi makan hingga membuat air tercemar.

Mantan Anggota DPRD Sumut yang Sempat Berstatus Buron,Ferry Suando Tanuray Segera Jalani Persidangan

Kakek dan Nenek 63 Tahun Menikah, Malu-malu saat Berciuman hingga Disoraki Warga

Dirjen Amerika dan Eropa Kemenlu RI Sambangi KIM Promosikan Potensi Investasi Sumut di Luar Negeri

"Dimana pengawasan pemerintah semua kebablasan, pertama pemerintah malas dan bobrok," ucapnya.

Remember Manik juga sepakat meminta kepada dewan untuk sesegera mungkin membentuk tim pansus.

Cara Mudah Rekam Aktivitas Video Call di WhatsApp, Simak Langkahnya Berikut Ini

Polisi Tangkap Pengedar Narkoba yang Kantongi 25 Gram Sabusabu saat Melintas di Klambir V

Djohnpao Hadirkan 100 Varian Rasa Baozi 

"Kami minta segera mungkin membentuk panitia dalam pengawasan Danau Toba ini," kata dia.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved