Rumah Kita Ajak Kembangkan Ikon Kota Medan

Mahasiswi Univeristas Negeri Medan (Unimed) Asri Wahyu March Situmorang dirikan Organisasi Rumah Kita.

Rumah Kita Ajak Kembangkan Ikon Kota Medan
Tribun-Medan/ Nanda Rizka Nasution
Anggota Organisasi Rumah Kita saat menggelar aksi dana di Lapangan Merdeka Kota Medan. (Tribun-Medan/ Nanda Rizka Nasution) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Termotivasi dari berbagai organisasi yang diikutinya, mahasiswi Univeristas Negeri Medan (Unimed) Asri Wahyu March Situmorang dirikan Organisasi Rumah Kita. 

Resmi dibentuk pada 28 Juni 2018, Asri kumpulkan kekurangan dari setiap komunitas dan menambahkannya di Rumah Kita.

"Kenapa namanya Rumah Kita. Karena di sini ada kesetaraan dan mengurangi kesenjangan. Kita menonjolkan Bhinneka Tunggal Ika. Ya rumah kita-kita. Enggak ada pengelasan bedasarkan agama, suku atau apapun itu. Siapapun dan apapun yang dibutuhkan, kita bantu," katanya kepada Tribun Medan.

Perempuan yang tinggal di Griya Gaperta ini mengatakan awal pergerakan Rumah Kita belum dikakan baik karena proses penjajakan.

"Aktivitas kita masih sosial seperti donasi anak yatim dan acara berbaur dengan kegiatan lain. Memberi bunga di hari valentine. Ya, hal yang kecil. Nah, kemudian, saya memikirkan kita harus membentuk yang besar walaupun sepertinya enggak mungkin," katanya.

Ingin mencoba hal baru, ia dan anggota membuat satu kegiatan nasional yang dinamakan Youth Social Expedition (YSE) 2019.

"Kenapa kita adakan, karena kita ingin mahasiswa harus aktif secara sosial dan akademis. Saya pernah mengikuti beberapa kegiatan di luar kota, seperti mengabdi ke kota lain dan diperkenalkan kota mereka. Nah, kalau saya hanya ke kota lain, saya bermanfaat ke diri sendiri. Saya ingin punya manfaat untuk orang lain," lanjutnya.

Asri menjelaskan, kegiatan yang akan dilaksanakan pada 4 April hingga 7 April 2019 akan mengadakan dua kegiatan utama. Pertama adalah Raon-raon Medan.

"Raon-raon Medan ini jalan-jalan keliling Kota Medan. Anak muda sekarang suka mengikuti budaya Barat, tetapi meninggalkan budaya Indonesia. Boleh mengikuti zaman tetapi jangan tinggalkan budaya. Kita akan kenalkan ikonik Kota Medan terutama pada mahasiwa yang memiliki potensi untuk pembangunan kota," jelas Asri.

Selain budaya, kegiatan tersebut akan membangun perekonomian karena mereka akan menjual Medan dengan ikonik wisata sehingga banyak orang yang akan mau berkunjung. Asri sendiri mengaku, kegiatan didukung oleh Dinas Pariwista Kota Medan.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved