Selesai Pelipatan Tiga Jenis Surat Suara, KPUD Karo Temukan 189 Lembar Rusak

Sebelumnya KPUD Karo telah menerima surat suara sebanyak 861.368 lembar

Selesai Pelipatan Tiga Jenis Surat Suara, KPUD Karo Temukan 189 Lembar Rusak
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Para pekerja sedang sibuk melakukan pelipatan surat suara untuk pemilu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Karo, telah menyelesaikan pelipatan tiga jenis surat suara, Selasa (5/3/2019).

Ketiga jenis surat suara untuk keperluan Pemilu 2019 itu yakni, pemilihan DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI.

Ketua KPUD Karo Gemar Tarigan ST, mengungkapkan sebelumnya KPUD Karo telah menerima surat suara sebanyak 861.368 lembar. Kemudian, setelah dilakukan pelipatan dan penyortiran selama 11 hari, pihaknya menemukan ada 189 lembar surat suara yang rusak.

"Target awal kita untuk pelipatan surat suara ini memang dua minggu, namun kita bisa menyelesaikan lebih awal. Untuk surat suara yang keadaannya baik itu ada 861.179, dan yang rusak ada 189 lembar," ujar Gemar, saat ditemui di Kantor KPUD Karo, Jalan Selamat Ketaren, Kabanjahe.

Untuk kerusakan yang mereka temukan, termasuk ke dalam kategori seperti ada bercak hitam, robek, dan warna yang tidak merata.

Gemar menyebutkan, selain menemukan kerusakan pihaknya juga menemukan ada surat suara yang kurang dan berlebih. Untuk kekurangan pihaknya mendata sebanyak 1531 lembar, di antaranya 1130 lembar untuk DPR RI, dan DPRD Karo Dapil lima 401 lembar. Dirinya mengaku, untuk kebutuhan KPUD Karo sendiri, sebanyak 861.181 kembar.

"Kalau surat suara yang lebih itu untuk pemilihan DPRD provinsi ditambah DPRD Karo Dapil satu sampai empat ada 789 lembar," ucapnya.

Untuk surat suara yang hingga kini ditemukan masih bermasalah, dirinya menyebutkan pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke KPU RI. Dikatakannya, untuk kekurangan termasuk surat suara yang rusak nantinya akan kembali dikirimkan oleh KPU RI. Pihaknya menargetkan kekurangan tersebut akan selesai diproses pada bulan Maret ini.

"Memang setiap saat kita langsung melaporkan kebutuhan yang masih kurang atapun rusak. Kalau kelebihannya sementara masih kita simpan dan juga kita laporkan. Tapi sesuai dengan aturannya surat suara yang rusak dan berlebih ini, satu hari sebelum pencoblosan harus dimusnahkan dengan didampingi Bawaslu," ungkapnya.

Dirinya menambahkan, saat ini pihaknya tinggal menunggu kedatangan dua jenis surat suara lagi. Yaitu untuk kebutuhan pemilihan presiden dan wakil presiden, serta DPD RI.

Untuk kedua jenis tersebut, pihaknya menargetkan proses penyortiran akan diselesaikan dalam waktu seminggu.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved