Samsung Klaim Kuasai Pasar Ponsel Indonesia dengan Pangsa Pasar Sebesar 50 Persen

Vendor smartphone asal Korea Selatan, Samsungmengklaim telah menjadi pemimpin industri ponsel pintar di Indonesia

Samsung Klaim Kuasai Pasar Ponsel Indonesia dengan Pangsa Pasar Sebesar 50 Persen
BBC
Logo perusahaan Samsung 

TRIBUN-MEDAN.com -  Vendor smartphone asal Korea Selatan, Samsungmengklaim telah menjadi pemimpin industri ponsel pintar di Indonesia, denganpangsa pasar dominan.

Samsung mengatakan mereka memiliki pangsa pasar smartphone sebesar 50 persen di Indonesia, terhitung pada akhir 2018 lalu.

Klaim tersebut diutarakan oleh Bernard Ang, Vice President IM Business Samsung Electronics Indonesia. Bahkan menurut dia, khusus untuk segmen pasar smartphone premium di Indonesia, dominasi Samsung mencapai 68 persen dari keseluruhan.

"Kami ingin membagi kabar baik, bahwa Samsung menjadi pemimpin pasar smartphone di Indonesia. Kami memimpin pasar dengan market share 50 persen," kata Bernard dalam acara Press Launch Samsung Galaxy S10 di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019).

"Kami sekarang tidak bicara soal 10 tahun ke belakang. Sekarang kami akan bicarakan komitmen Samsung dalam 10 tahun ke depan," lanjutnya.

Beda hasil riset

Meski demikian, hasil penelitian lembaga riset Canalyst mengatakan hal yang berbeda. Samsung memang dikatakan masih mendominasi pangsa pasar smartphone di Indonesia tapi dengan pangsa pasar 25,4 persen.

Head of Product IM Samsung Electronics Indonesia Denny Galant.
Head of Product IM Samsung Electronics Indonesia Denny Galant.(KOMPAS.com/ OIK YUSUF)

Berdasarkan data Canalyst, pada kuartal IV-2018, Samsung meraih pangsa pasar 25,4 persen. Secara pertumbuhan, Indonesia adalah pasar terkuat Samsung di kuartal ini, berkat model baru Galaxy J series, yakni Galaxy J4 Plus dan Galaxy J6 Plus.

Bila dilihat secara tahunan, pertumbuhan Samsung juga makin melamban ke angka 15 persen secara year-on-year (YoY) pada 2018, dari sebelumnya 20,9 persen pada 2017, dan 25,8 persen pada 2016.

Membandingkan antara klaim Samsung dan hasil riset Canalys ini bisa dikatakan "serupa tapi tak sama".

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved