Tak Cukup Bukti, Kejati Sumut Mau Hentikan Tuntutan Terhadap Miliarder Mujianto

Kejati Sumut mengajukan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan terdakwa pengusaha Mujianto untuk kasus penipuan bernilai 3 miliar

Tak Cukup Bukti, Kejati Sumut Mau Hentikan Tuntutan Terhadap Miliarder Mujianto
Mujianto saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Di luar dugaan, Kejati Sumut mengajukan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) untuk kasus penipuan bernilai 3 miliar oleh terdakwa pengusaha Mujianto dan Rosihan Anwar.

Padahal Kasus dugaan penipuan dengan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT II dengan kerugian materil Rp 3 miliar sebelumnya telah rampung P21 dari Polda Sumut dan diterima Kejati Sumut pada 26 Juli 2018 dan sudah selesai (P22).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut Fachruddin membeberkan perkara tersebut tidak layak masuk ke sehingga melakukan pengajuan SKP2.

"Ya itu kan ada ketentuan di kita sebelum ke pengadilan kita teliti dulu layak apa gak untuk diajukan (persidangan). Kami berpendapat belum layak. Maka kami mengajukan ke pusat untuk menunggu dari pusat persetujuan untuk di SKP2," terangnya, Rabu (6/3/2019).

Untuk diketahui, SKPP atau SKP2 ini berbeda dengan SP3. SKP2 merupakan kewenangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diberikan tugas sebagai penuntut umum dalam menangani suatu perkara untuk tidak melanjutkan kasus.

Alasan-alasan yang mendasari Penuntut Umum mengambil tindakan ini adalah tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana atau perkara tersebut ditutup demi hukum.

Namun, wacana hanya dapat terealisasi apabila Kejaksaan Agung (Kejagung) memberikan arahan untuk menerima SKP2.

"Belum. Kita lihat dulu nanti. Kita lihat dulu nanti nanti kita tunggu petunjuk (Kejagung)," cetusnya.

Terakhir, Fachruddin membeberkan bahwa dirinya menilai kasus penipuan yang melibatkan penggugat Armen Lubis dengan Mujianto ini tidak layak disidang. Diantaranya kasus ini dinilai kasus Perdata.

"Kita menganggap ini perdata karena perjanjian kerja," pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved