Adu Kreativitas, 1.500 Pelajar Sumut Ikut Berkompetisi di Raz Championship 2019

Tahun ini YPSA kembali menyelenggarakan gebyar pelajar se-Sumut dengan tema 'Respect All, Fear None'. Tema ini diambil menyikapi kondisi kita

Adu Kreativitas, 1.500 Pelajar Sumut Ikut Berkompetisi di Raz Championship 2019
IST
Tahun ini YPSA kembali menyelenggarakan gebyar pelajar se-Sumut dengan tema 'Respect All, Fear None'. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sumatera Utara (Sumut) punya potensi sangat besar dalam diri setiap pemuda-pemudinya. Hal ini terlihat dari ribuan lebih peserta yang ikut berpartisipasi dalam event Raz Championship (RC) Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) yang tidak berkurang dan terus bertambah tiap tahunnya

Hal ini disampaikan Ketua Umum Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Hj Rahmawaty Sofyan Raz saat Upacara Pembukaan Raz Championship (RC) ke-11 YPSA tahun 2019, Rabu (6/3/2019) di lapangan hijau Raz Garden YPSA Medan.

"Tahun ini YPSA kembali menyelenggarakan gebyar pelajar se-Sumut dengan tema 'Respect All, Fear None'. Tema ini diambil menyikapi kondisi kita, Indonesia, yang kadang membuat kita lupa bahwa bangsa ini bangsa yang memiliki karakter perjuangan tanpa gentar (Fear None) dan saling menghormati (Respect All)," ujarnya.

Baca: Foto-Foto Sidang Vonis Flora Simbolon Kasus Korupsi Pembangunan IPA Martubung PDAM Tirtanadi

Ia menambahkan, RC sudah dilakukan sejak 2009, selalu diikuti lebih dari 1000 peserta di setiap pelaksanaannya. Ini menunjukkan Sumut punya potensi yang sangat besar di dalam diri setiap pemuda pemudinya.

"Ini inspirasi untuk membangun kesadaran kolektif guna meningkatkan kualitas dan daya saing pemuda dengan tetap menjaga eksistensi pemuda dalam percaturan global," ungkapnya.

Ia melanjutkan, sudah lebih 100 tahunan berproses dalam kesadaran kebangsaan kita untuk menjadi bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa yang yang memiliki identitas dan jati diri dalam mengarungi kehidupan berbangsa, berbangsa dan bernegara.

"Wajah dan corak keIndonesiaan kita pun selama ini mengalami perubahan dan perkembangan. Nilai-nilai kebanhsaan selama ini pun telah mengalami pasang surutnya, seiring dengan perubahan zaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri. Melalui RC ini, YPSA mengajak kembali seluruh generasi emas penerus bangsa sejenak merenungkan dan berusaha menjadi pemikir yang positif bahwa dengan masuknya era globalisasi, maka bangsa ini pasti akan merasakan adanya perubahan dan tuntutan baru," sebutnya.

Perubahan dan tuntutan ini, lanjutnya, mau tidak mau, suka tidak suka, pasti berada dan menyatu dalam proses perjalanan bangsa Indonesia dan kadangkala mendapatkan gangguan, tantangan, hambatan, dan bahkan ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca: MotoGP Qatar 2019, Rossi Bikin Kejutan di FP1, Asapi Duo Honda Lorenzo dan Marquez

"Namun demikian, bangsa Indonesia masih tetap kokoh dalam rumah besar seluruh bangsa Indonesia yaitu NKRI. Oleh karena itu, dalam rangka mengaja konsistensi nilai nilai kebangsaan yang telah dirintis para pendahulu kita, tentunya sebagai penerus perjuangan bangsa, kita tidak boleh lengah dan lupa makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut, khususnya dalam menyikapi kemajuan dan menghadapi era perubahan dan kemajuan yang akan terjadi terus menerus," ujarnya. 

YPSA merupakan sekolah internasional bernuansa Islam sebagai penyelenggara dengan visi misi bersama membangun generasi emas yang disiplin, religius, dan smart serta cita cita kami menjadi pusat pendidikan Islam, pusat ekonomi umat serta pusat dakwah, berusaha mengangkat nuansa globalisasi namun tetap mengandung unsur etnis kebangsaan yang merupakan identitas yang akan selalu melekat pada diri kita di manapun berapa.

Halaman
12
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved