Bekraf Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Memilik Hak Kekayaan Intelektual

Dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Bekraf melalui Deputi fasillitasi HKI

Bekraf Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Memilik Hak Kekayaan Intelektual
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Kasubdit Advokasi HKI, Muhammad Fauzy menjelaskan tentang perlindungan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk Produk Ekonomi Kreatif (ekraf) kepada pelaku usaha di Medan. Diharapkan agar para pelaku ekraf sadar dan memiliki HKI. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Bekraf melalui Deputi fasillitasi HKI dan Regulasi terus menyosialisasikan tentang HKI, salah satunya dalam Seminar Perlindungan HKI untuk produk ekonomi kreatif (ekraf).

Bekraf percaya, ekonomi kreatif dapat tumbuh pesat jika karya pelaku ekonomi kreatifnya dilindungi. Sebagai model ekonomi yang bertumpu pada sumber daya manusia, ekraf membangun fondasinya di atas HKI. 

Pemahaman atas HKI pun perlu disosialisasikan dengan gencar agar pelaku industri kreatif sadar atas hak yang seharusnya bisa didapatkan para pelaku kreatif.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan seminar perlindungan Hak Kekayaan Intektual (HKI) untuk pelaku ekonomi kreatif di Medan, Rabu (6/3/2019).

Kasubdit Advokasi HKI, Muhammad Fauzy mengatakan Bekraf terus mendorong pelaku ekraf untuk memiliki HKI. Hal ini mengingat baru 11,05 persen pelaku yang memiliki hak atas kekayaan intelektual sedangkan 88,95 persen belum mendaftarkan produknya.

"Tujuan kita dengan adanya seminar ini, agar pelaku ekraf sadar terhadap HKI. Kita berharap semua pelaku ekraf ini punya HKI, karena tanpa HKI, usahanya tidak akan sukses. Tanpa HKI, biasanya usahanya kurang maksimal sebab produk tidak akan kompetitif," ucap Fauzy.

Ia mengatakan para pelaku ekonomi kreatif diharapkan agar tidak melakukan pelanggaran HKI, misalnya berupa pembajakan.

"Target peserta kita dalam seminar ini hanya 200, tapi yang hadir hampir 300 pelaku kreatif, luar biasa sambutan di Kota Medan.
Yang datang mayoritas bisnis kuliner, karena kuliner juga salah satu subsektor ekraf yang kita bina. Selain kuliner juga ada beberapa bisnis digital, fashion dan subsektor ekraf lainnya," ucap Fauzy.

Para peserta pun tampak sangat antusias mendengarkan penjelasan narasumber terkait HKI dan pelaku usaha. Adapun beberapa narasumber lainnya yakni Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, Direktur Fasilitasi HKI, Robinson Sinaga dan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif, Yuniati.

Lebih lanjut, Fauzy menjelaskan usaha yang meniru dan memalsukan produk bisa dikenakan hukuman penjara dan denda paling banyak Rp 2 miliar.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved