Pemkab Samosir Gelar Vaksinasi Massal Cegah Rabies demi Kenyamanan Wisatawan

Samosir akan melakukan Vaksinasi massal yang akan dimulai pada bulan April 2019 yang berkelanjutan hingga Tahun 2021.

Pemkab Samosir Gelar Vaksinasi Massal Cegah Rabies demi Kenyamanan Wisatawan
Tribun Medan/ARJUNA BAKKARA
Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Dinas Ketapang dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara membahas perencanaan Vaksinasi massal yang akan dimulai pada bulan April 2019 yang berkelanjutan hingga Tahun 2021. 

TRIBUN-MEDAN.com--Sebagai Daerah tujuan wisata, Kabupaten Samosir canangkan kawasan bebas rabies tahun 2019-2021untuk mendukung kenyamanan dan keamanan para wisatawan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketapang dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara Mulkan Harahap mengatakan Samosir akan melakukan Vaksinasi massal yang akan dimulai pada bulan April 2019 yang berkelanjutan hingga Tahun 2021.

"Demi kenyamanan wisatawan, Kabupaten Samosir," ujar Mulkan Harahap dalam rapat pembahasan vaksinasi massal di Kabupaten Samosir, Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (06/03/2018) lalu.

Mulkan mengatakan, Dinas Ketapang dan Peternakan Provinsi bersama Balai Veteriner Kementerian Pertanian akan membantu Pemerintah Kabupaten Samosir. Pemberentasan virus rabies mulai berkalan Tahun 2019-202.

Secara teknis, di Samosir akan digelar Vaksinasi massal yang akan dimulai pada bulan April 2019 yang berkelanjutan hingga Tahun 2021. Anggaran untuk pelaksanaan Vaksinasi massal bersumber dari dana APBN.

Sempat Disoal Karena Membebani APBD, Kini Anggota TGUPP Anies Baswedan Ditambah Jadi Tak Terbatas

Perampok Sepeda Motor Babak Belur Dihajar Warga karena Todong Pemilik Yamaha Mio Soul Pakai Pisau

Serda Yusdin, Anggota Kopassus Gugur Hadapi Serbuan 50 Orang KKB Egianus Kogoya, Update Pengejaran

TRIBUN WIKI: 4 Bimbingan Belajar Berkualitas dengan Harga Terjangkau di Kota Medan

Adapun beberapa kendala yang sering terjadi dalam melaksanakan vaksinasi massal antara lain, sulitnya kesadaran masyarakat dalam mendukung penyuntikan vaksin kepada hewan peliharaannya.

Menanggapi rencana itu, Sekretaris Daerah Jabiat Sagala, mengapresiasi serta menganggap penting dilakukan pemberantasan. Apalagi, Samosir sebagai daerah tujuan wisata yang bertaraf international harus nyaman bagi wisatawan.

Mengharukan Perlakuan Pelayan Restoran Ini Pada 2 Bocah Lusuh saat Minta Makan, Netizen Haturkan Doa

3 Fakta Presiden Jokowi saat Naik KRL hingga Foto dan Video Viral di Media Sosial

Anaknya Baru Selesai Menjalani Operasi, Seorang Bapak Nekat Ajak untuk Jualan Tisu di Jalan

Legenda Prancis Sebut Kesombongan Penyebab Utama Kekalahan PSG atas Manchester United

"Kenyamanan kepada wisatawan maupun di kalangan masyarakat itu penting. Rabies menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti oleh seluruh kalangan terlebih para wisatawan," sebut Jabiat.

Wali Kota Medan Ajak Seluruh Masyarakat Sukseskan Pileg dan Pilpres

Punya Harta Melimpah dan Terkenal Gabriel Batigol Batistuta Tak Malu Anaknya Kerja di Fotokopi

Jabiat menghimbau agar seluruh pihak untuk mendukung program pemberantasan rabies di Kabupaten Samosir.

Pada pertemuan itu, Kadis Pertanian Kabupaten Samosir Victor Sitinjak diperintah membuat sebuah regulasi yang menjadi dasar hukum dalam pelaksanaan pemberantasan rabies di Kabupaten Samosir agar dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

(Jun-tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved