Foto-Foto Aksi Damai Memperingati Hari Perempuan Internasional di Medan

Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang diperingati 8 Maret tiap tahunnya.

Foto-Foto Aksi Damai Memperingati Hari Perempuan Internasional di Medan - 09032019_aksi_hari_perempuan_danil_siregar-1.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aktivis perempuan membawa poster saat aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia 2019 di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (9/3). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap perempuan segera disahkan.
Foto-Foto Aksi Damai Memperingati Hari Perempuan Internasional di Medan - 09032019_aksi_hari_perempuan_danil_siregar-5.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aktivis perempuan membawa poster saat aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia 2019 di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (9/3). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap perempuan segera disahkan.
Foto-Foto Aksi Damai Memperingati Hari Perempuan Internasional di Medan - 09032019_aksi_hari_perempuan_danil_siregar-3.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aktivis perempuan membawa poster saat aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia 2019 di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (9/3). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap perempuan segera disahkan.
Foto-Foto Aksi Damai Memperingati Hari Perempuan Internasional di Medan - 09032019_aksi_hari_perempuan_danil_siregar-2.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aktivis perempuan membawa poster saat aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia 2019 di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (9/3). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap perempuan segera disahkan.
Foto-Foto Aksi Damai Memperingati Hari Perempuan Internasional di Medan - 09032019_aksi_hari_perempuan_danil_siregar-4.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aktivis perempuan membawa poster saat aksi unjuk rasa memperingati hari perempuan sedunia 2019 di kawasan Lapangan Merdeka, Medan, Sabtu (9/3). Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap perempuan segera disahkan.

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang diperingati 8 Maret tiap tahunnya, kumpulan beberapa komunitas yang ada di Kota Medan memperingati hari perempuan internasional, di Jalan Balai Kota, Medan, Sabtu (9/3/2019).

Sejumlah komunitas yang ikut berpartisipasi dalam aksi, yakni Perempuan Hari Ini, Hapsari dan juga teman-teman perempuan secara individual tanpa non komunitas, memperingati hari perempuan internasional tersebut.

Ketua Perempuan Hari Ini, Lusty mengatakan bahwa dia mencoba untuk menyatukan semua pekerja-pekerja yang libur di hari Sabtu untuk bersuara turun ke jalan.

"Apa yang kita suarakan adalah isu global yang ada di Indonesia," kata Lusty di Tugu Titik Nol kilometer Kota Medan di Jalan Balai Kota, Sabtu (9/3/2019).

"Kita dapat konfirmasi dari semua tempat di Indonesia, makanya Medan menyuarakan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU-PKS)," sambungnya.

Lusty menuturkan bahwa Minggu lalu, mereka telah membedah RUU-PKS dan dalam pasal satu tertulis membela semua orang tanpa memandang gender apapun.

"Jadi banyak sekali hoaks-hoaks yang bertebaran mengatakan RUU-PKS pro zina ataupun LGBT. Ini membuat kita miris, padahal yang kita suarakan bagaimana semua lapisan masyarakat siapapun orangnya agar di bela dalam hal ini," terang Lusty.

Ia menambahkan, bedanya di KUHP dengan di RUU-PKS tidak ada pendampingan atau rehabilitasi terhadap korban maupun juga pelaku.

"Tetapi di RUU-PKS dirancang sedemikian rupa agar ada rehabilitasi untuk korban dan pelaku," ungkap Lusty.

Sementara itu, Elsa Aura Wahab (18) salah seorang penulis muda di Kota Medan mengatakan alasannya turut serta dalam aksi memperingati hari perempuan internasional, karena keinginan itu datang dari hati.
"Perempuan semakin hari semakin ditindas. Kalau kita tidak melawan mau sampai kapan, karena bungkam bukanlah jawaban," kata Elsa.

Ia berharap dengan menyuarakan lewat karya seperti menulis, bermusik dan lainnya bisa membuat bapak-bapak yang berada di balik gedung DPR RI segera bertindak dan mengesahkan RUU-PKS.

"Kita harap hal itu dilakukan, untuk melindungi perempuan-perempuan agar merasa aman di manapun berada," jelas Elsa. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: M Daniel Effendi Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved