Pegiat Lingkungan Meminta Polisi Ungkap Kasus Perambahan Hutan Kawasan Danau Toba

kasus dugaan penebangan liar yang terjadi di Kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Hariara Pintu Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.

Pegiat Lingkungan Meminta Polisi Ungkap Kasus Perambahan Hutan Kawasan Danau Toba
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Barang bukti pembalakan liar di Tele, Samosir 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Beberapa waktu lalu mencuat kasus dugaan penebangan liar yang terjadi di Kawasan Danau Toba, tepatnya di Desa Hariara Pintu Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir

Karenanya, sejumlah pecinta lingkungan seperti Mangaliat Simarmata mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut.

"Besar harapan kami, agar bapak Kalolres Samosir segera menindak segera menindak secara hukum para pelaku perambah hutan, illegal logging di Hutan Tele, Samosir",ujar Mangaliat pegiat lingkungan dari Komunitas Jendela Toba itu di Samosir, Sabtu (9/3/2019).

Menurut Putra asli Samosir ini, barang-barang  bukti sudah sangat cukup untuk itu. Antara lain, hutan yg dirambah jelas, truk, beko yang sudah sangat jelas diketahui dan alat perlekengkapan lainnya.

Jendela Toba mengutuk keras perbuatan perambahan hutan tersebut. Pasalnya banyak pihak yang telah dirugikan. Apalagi hutan penyangga di Kawasan Danau Toba (KDT ) saat ini sudah sangat kritis. 

Baru-baru ini terjadi banjir dan longsor di 7 Kabupaten di KDT yg menimbulkan banyak korban jiwa serta hancurnya perumahan penduduk. Bahkan, sawah-sawah para petani hancur.

"Sisi lain, aktivitas wisata di Danau Toba anjlok, Natal dan tahun baruan di kampung menjadi menakutkan 
Natalan, liburan pariwisata ke KDT terganggu. Kenapa tega lagi merambah hutan penyangga KDT yg tinggal sedikit itu",ujar Mangliat.

Kasus penebangan itu diketahui pada Kamis (10/1/2019) lalu. Pelaku sudah sempat diamankan tim dari unsur pimpinan Kecamatan Hariara, berhasil kabur.

Camat Harian, Roberthon Manik mengatakan, penebangan liar ini diketahui dari laporan warga tentang aktivitas illegal logging di areal penggunaan lain (APL) hutan Desa Hariara Pintu, Kecamatan Harian.

Berdasarkan laporan itu, pejabat unsur pimpian kecamatan termasuk kepolisian dan TNI turun ke lokasi pada Kamis siang. Di luar kawasan hutan, tim menemukan ada empat unit truk tak bermuatan yang diperkirakan milik para pelaku penebangan liar.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved