VaakEye, Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Mendeteksi Pencuri di Toko

Terinspirasi dari film Minority Report yang dibintangi oleh Tom Cruise, yang menceritakan tentang teknoloi pencegah kejahatan

VaakEye, Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Mendeteksi Pencuri di Toko
VaakEye
VaakEye, teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi pencuri di toko (VaakEye) 

TRIBUN-MEDAN.com - Terinspirasi dari film Minority Report yang dibintangi oleh Tom Cruise, yang menceritakan tentang teknoloi pencegah kejahatan di masa depan, sebuah perusahaan rintisan asal Jepang buat teknologi mengembangkan perangkat lunak kecerdasan buatan untuk mendeteksi pencuri di toko.

VaakEye, sebuah perangkat lunak AI yang dikembangkan oleh startup Jepang Vaak, diduga dapat mendeteksi pencuri tepat sebelum kejahatan itu terjadi  dengan menganalisis gerakan dan perilaku orang-orang yang tertangkap sorotan kamera.

Ide VaakEye pertama kali muncul dan langsung menjadi pembicaraan orang banyak pada Desember 2018. Ketika itu, kamera menangkap aksi pencurian oleh seseorang yang sebelumya tidak diketahui.

Tersangka, seorang pria berusia 80 tahun, ditangkap beberapa hari kemudian setelah mencuri topi.

Sekarang perusahaan itu sedang menguji perangkat lunaknya di beberapa toko di Tokyo, dan berencana untuk memasangkannya di 100.000 toko di seluruh Jepang dalam tiga tahun ke depan.

“Aku berpikir,‘ Ah, akhirnya! ”Pendiri Vaak, Ryo Tanaka, ingat tentang pertama kali VaakEye membantu mendeteksi niat mengutil.

"Kami mengambil langkah penting lebih dekat ke masyarakat di mana kejahatan dapat dicegah dengan AI."

Perangkat VaakEye dihubungkan ke kamera CCTV toko dan menganalisis lebih dari 100 karakteristik yang berbeda. Mulai dari wajah, pakaian, gerakan, perilaku keseluruhan, hingga data makro seperti insiden kejahatan di area toko. terletak di, atau kondisi cuaca saat ini.

Perangkat lunak pencegahan pencurian ini dilaporkan baru saja membantu mendeteksi setidaknya 7 pengutil, sejak pertama kali diuji pada 12 Desember tahun lalu.

Kehadiran VaakEye sejak awal tidak dimaksudkan untuk membantu polisi menangkap pencuri, melainkan untuk membantu pemilik toko mencegah pencurian di toko mereka.

Selain fokus pada pencegahan pencurian di toko, Vaak juga berencana untuk meningkatkan fungsionalitas perangkat lunak.

Tanaka mengatakan kepada Bloomberg bahwa VaakEye juga dapat digunakan untuk menganalisis cara konsumen berinteraksi dengan berbagai produk. Sehingga membantu bisnis retail dengan lebih baik.

Dan melatih platform untuk mendeteksi perilaku mencurigakan dan mencegah upaya bunuh diri.

"Kami masih mencari semua potensi pasar. Kami ingin terus memperluas cakupan perusahaan," kata Tanaka.

(cr12/tribun-medan.com)

Penulis: Sally Siahaan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved