Pengacara HT Tengku Erry Duga Kampusi Promo Punya Miliki Motif Lain karena Menggugat Secara Perdata

Dia menduga hal itu muncul karena sebelumnya pihak Kampusi Promo pernah melaporkan tuduhan itu kepada Polda Sumatera Utara

Pengacara HT Tengku Erry Duga Kampusi Promo Punya Miliki Motif Lain karena Menggugat Secara Perdata
TRIBUN MEDAN/VICTORY ARRIVAL HUTAURUK
Pengacara Event Organizer (EO) Kampusi Promo, Enni Martalena Pasaribu menyebutkan Mantan Gubsu Tengku Erry Nuradi harus membayarkan uang di pelaksanaan kegiatan Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 sebesar 13 miliar. 

TRIBUN-MEDAN.com-Mantan Gubernur Sumatera Utara HT Tengku Erry membantah tuduhan yang dilayangkan salah satu event organizer bernama Kampusi Promo terkait pengabaian pembayaran event Kampung Ramadhan dan Lintas Ramadhan tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 13 Miliar.

Diwakili oleh penasihat hukumnya Syahrizal Fahmi, menjelaskan keberatannya dengan semua berita yang banyak dimuat di media online maupun media cetak Jumat edisi Jumat (8/3/2019) tentang kliennya itu.

Fahmi malah menduga gugatan perdata terhadap HT Erry Nuradi dan Hendra Arbie punya motif lain. Ia menduga hal itu muncul karena sebelumnya pihak Kampusi Promo pernah melaporkan tuduhan itu kepada Polda Sumatera Utara, namun ternyata berkasnya tertahan lantaran tidak cukup bukti dan sudah dihentikan (SP-3 ).

"Karena merasa tidak puas lalu mereka mencobanya lewat gugatan perdata," ujar Fahmi. Ia menjelaskan event Ramadhan 1437 H (tahun 2016) dengan nama acara Pondok Ramadhan/Kampung Ramadhan yang digugat Kampusi Promo merupakan kegiatan amal yang sebagian dananya didapat melalui sumbangan para pengusaha di Medan yang peduli pada kegiatan tersebut.

"Karenanya dibuatlah satu proposal mencari bantuan dana yang semuanya dikonsep dan disusun Herwin," jelas Fahmi.

Bayi Prematur Terkecil di Dunia Akhirnya Pulang ke Rumah, dari 268 Gram Menjadi 3,2 Kilo!

Suharto AD dan Ansyari Lubis Calon Kuat Pelatih Tim Sepak Bola PON Sumut, Sudah Kirim Nomer Rekening

Hasil Survei SMRC: Elektabilitas Jokowi-Maruf 54,9 Persen, Prabowo-Sandi 32,1 Persen

Ujar Fahmi, kasus ini bermula menjelang dimulainya acara. Hendra Arbie dan Herwin serta beberapa pengusaha menemui Gubsu HT Erry Nuradi meminta dukungan dan meminta berkenan hadir memberi sambutan dalam pembukaan. Kemudian Gubsu Erry Nuradi setuju selanjutnya membuka acara.

Saat itu, dalam menjalankan kegiatan tersebut tidak dibentuk susunan panitia karena Herwin (pimpinan EO) menyatakan kepada beberapa pengusaha yang menjadi donatur bahwa dia sanggup melaksanakannya, tambah Fahmi.

Tulus Ajak Penonton Nyanyi Bareng Lagu Gajah saat Konser Teman Hidup Tulus di Pardede Hall Medan

Ombudsman Sumut Peringatkan Sekolah Tidak Paksa Pelajar Ikuti Bimbingan Belajar:Kementerian Melarang

KPUD Karo Nantikan Kedatangan Surat Suara untuk Pilpres dan DPD RI

Namun dalam perjalanan, acara tersebut terkendala dana. Sehingga Herwin menghubungi Hendra Arbie untuk meminta tambahan biaya.

"Coba secara logika, dia yang menyatakan sanggup buat acara, pas kesulitan baru minta tambahan dana. Kalau memang tak sanggup kenapa dilanjutkan. Karena dugaan kami, ada banyak tenant dan pengelola acara yang terlibat belum dibayar. Karena sudah terutang seperti itu, maka mungkin saja gugatan Rp13 miliar itu diajukan agar utang-utangnya bisa lunas," ungkap Fahmi lagi.

Atlet Renang Annisa Putri Genjot Fisik demi Tembus Limit PON di Kejurnas Renang Menuju PON Papua

VIDEO: Mobil Avanza Terpental 7 Meter Pasca-ditabrak Kereta Api, 2 Orang Terluka

Bahkan yang membuat Fahmi berang, acara Kampung Ramadhan dan tidak dilakukan penyusunan panitia. Imbuhnya, Herwin sebenarnya tidak dapat memberikan rincian jumlah uang terkumpul dan penggunaannya (cashflow) yang bersumber dari donatur. Maka dari itu, Fahmi beranggapan total biaya yang ditulis Herwin sendiri di proposal.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved