Dokter Gigi Herawati Bantah Aniaya PRT: Saya Sedih Terus Dihakimi Berita!

Herawati mengungkapkan beberapa poin seperti kejanggalan saat rekontruksi dan pemaparan barang bukti di kepolisian.

Dokter Gigi Herawati Bantah Aniaya PRT: Saya Sedih Terus Dihakimi Berita!
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Terdakwa Herawati Sinaga menyalami rekannya usai menjalani sidang agenda pembelaan di Pengadilan Neeri Siantar, Senin (11/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Herawati Sinaga terdakwa penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga (PRT) Serti Butar-butar menjalani sidang pembelaan di Ruang Candra, Pengadilan Negeri Siantar, Senin (11/3/2019).

Herawati yang menggunakan pakaian terusan warna cokelat dengan motif gari-garis ini sempat menangis membacakan pembelaan di depan majelis hakim yang dipimpin Fitra Dewi.

Usai persidangan, kepada wartawan Herawati langsung membantah segala tuduhan tentang dugaan penganiayaan.

Herawati mengungkapkan beberapa poin seperti kejanggalan saat rekontruksi dan pemaparan barang bukti di kepolisian.

Katanya, korban tidak menjalankan rekontruksi dengan sebenarnya. Ia menjelaskan korban diarahkan oleh polisi dan keluarga dalam rangka rekontruksi.

Selain itu, Herawati yang berprofesi sebagai dokter gigi menilai hasil visum tidak akurat. Menurutnya, hasil visum hanya menunjukkan keterangan korban bukan hasil ilmiah dokter.

"Jelas saya tidak setuju. Saya bukan pelaku penganiayaan. Saya dipermainkan dengan kehilangan barang bukti. Pada pembelaan saya, saya sedih karena berita. Saya terus dihakimi melakukan penganiayaan. Serti tak mau lakukan rekontruksi kalau tidak dipaksa ibunya. Saya pikir tak mungkin dia sanggup lakukan rekon karena tak benar," ujarnya sembari mengusap air mata.

"Saya sebagai seorang dokter, saya melihat hasil visum tidak profesional. Karena dalam keterangan visum kata Serti ditonjok. Karena hasil visum tidak boleh karena keterangan orang,"tambahnya.

Saat disinggung tentang barang bukti yang tidak dihadirkan, kata Herawati berbentuk surat curahan hati pembantunya itu. Secara garis besar dalam surat itu, pembantunya mengaku bahagia bersama terdakwa, Serti memohon maaf atas kejahatannya, Serti mengaku mengidap kelainan jiwa dan seks.

"Serti meninggalkan surat ketika tidak kngin lagi bekerja. Surat diselipkan di dalam pakaian anak saya,"katanya.

Herawati juga mengungkapkan ada sebuah video Serti Butar-butar yang menunjukkan luka tubuhnya usai visum. Dalam video itu, kata Herawati banyak kejanggalan seperti bekas siram air panas yang tak sesuai.

Sebelumnya, Herawati Sinaga telah dituntut dengan pidana penjara 10 bulan dengan pasal 44 ayat 1 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Seperti diketahui pada Maret 2018, Serti Butarbutar melaporkan majikannya Herawati Sinaga dengan tuduhan melakukan penganiayaan dan tidak memberikan upah. Dalam keterangannya, Serti mendapatkan pukulan benda tumpul, siraman air panas, dan kejahatan verbal.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved