Foto-Foto Pangonal Harahap Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara dan Denda Rp 250 juta

Jaksa Penuntun Umum (JPU) dari KPK ini juga membebankan hukuman pengganti sebesar Rp 42,28 miliar dan 218.000 Dollar Singapura.

Foto-Foto Pangonal Harahap Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara dan Denda Rp 250 juta - 11032019_sidang_tuntutan_pangonal_danil_siregar.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, memeluk kerabatnya usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 subsider empat bulan.
Foto-Foto Pangonal Harahap Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara dan Denda Rp 250 juta - 11032019_sidang_tuntutan_pangonal_danil_siregar-4.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider empat bulan.
Foto-Foto Pangonal Harahap Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara dan Denda Rp 250 juta - 11032019_sidang_tuntutan_pangonal_danil_siregar-3.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider empat bulan.
Foto-Foto Pangonal Harahap Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara dan Denda Rp 250 juta - 11032019_sidang_tuntutan_pangonal_danil_siregar-2.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider empat bulan.
Foto-Foto Pangonal Harahap Dituntut Hukuman Delapan Tahun Penjara dan Denda Rp 250 juta - 11032019_sidang_tuntutan_pangonal_danil_siregar-1.jpg
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Bupati Labuhanbatu non aktif Pangonal Harahap yang juga terdakwa kasus fee proyek di lingkungan Pemkab Labuhanbatu Tahun Anggaran 2018, berjalan usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/3/2019). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Pangonal Harahap dengan hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 250 subsider empat bulan.

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bupati Nonaktif Labuhanbatu Pangonal Harahap dituntut 8 tahun penjara dengan denda 250 juta subsider 4 bulan kurungan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (11/3/2019).

Selain hukuman tersebut, Jaksa Penuntun Umum (JPU) dari KPK ini juga membebankan hukuman pengganti sebesar Rp 42,28 miliar dan 218.000 Dollar Singapura (SGD).

Dengan ketentuan jika tidak dibayarkan maka harta benda terdakwa Pangonal maka diganti dengan 1 tahun penjara.

JPU KPK menilai Pangonal pria 49 tahun ini telah menerima hadiah berupa uang yang seluruhnya Rp 42.280.000.000 serta SGD 218.000 dari pengusaha Asiong alias Efendy Sahputra alias. Pemberian uang itu berlangsung sejak 2016 hingga 2018 dan diberikan melalui Tamrin Ritonga, Umar Ritonga (DPO), Baikandi Harahap, Abu Yazid Anshori Hasibuan.

Jaksa menjerat Pangonal dengan Pasal 12 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan revisi UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Selama persidangan, tampak Pangonal sepanjang Pangonal mengenakan kacamata dengan balutan batik merah ini tertunduk dan menyilangkan tangannya diantara sela kakinya di Ruang Utama, PN Medan.

Beberapa kali dia hanya melihat ke depan Hakim Ketua Erwan Effendi serta melihat para ketiga jaksa yang membacakan tuntutan yang panjang dan menghabiskan waktu hampir 1 jam.

Bahkan seusai pembacaan dakwaan, mata Pangonal tampak merah dan meneteskan air mata. Saat ditanyai wartawan terkait komentarnya, Pangonal cetus menjawab "langsung saja sama pengacara saya," terangnya dengan suara sengau.

Langsung saja tampak bupati non aktif Labuhan Batu 2016-2021 menemui sang istri Siti Awal Siregar yang mengenakan jilbab hitam dan langsung memeluknya. Juga tampak hadir dalam persidangan anak laki-laki serta keluarga Pangonal yang mencoba mendekatinya. (*)

Penulis: M Daniel Effendi Siregar
Editor: M Daniel Effendi Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved