Habisi Nyawa Korbannya karena Selisih Paham, Tiga Pria Diamankan Polres Tanah Karo

Ivan dihabisi oleh tiga orang pria yang bernama Megang Sembiring, Herija Jafa Rico Ginting, dan Lusius Ginting.

Habisi Nyawa Korbannya karena Selisih Paham, Tiga Pria Diamankan Polres Tanah Karo
TRIBUN MEDAN/Muhammad Nasrul
Kapolsek Simpang Empat Iptu Dedy Ginting (memegang map), memaparkan tangkapan tiga pelaku pembunuhan yang terjadi di wilayah kerjanya, di Lapangan Apel Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (11/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Satreskrim Polres Tanah Karo, melakukan pengungkapan kasus pembunuhan terhadap seorang pria bernama Agustinus Waruwu alias Ivan, yang terjadi pada Selasa (26/2/2019) lalu.

Diketahui, Ivan dihabisi oleh tiga orang pria yang bernama Megang Sembiring, Herija Jafa Rico Ginting, dan Lusius Ginting.

Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman, melalui Kapolsek Simpang Empat Iptu Dedy Ginting, mengungkapkan ketiga pelaku menghabisi nyawa korban karena faktor sakit hati. Dirinya menyebutkan, awalnya korban sempat berselisih paham dengan tersangka Rico. Dirinya mengatakan, peristiwa ini terjadi di sebuah kedai kopi yang berada di Desa Kuta Rayat, Kecamatan Namanteran.

"Jadi mulanya korban dan pelaku ini sama-sama duduk di warung kopi, karena ada faktor selisih paham antara Riko kepada korban, kemudian terjadi percekcokan," ujar Dedy, di halaman apel Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (11/3/2019).

Dedy menyebutkan, sakit hati Riko bermula karena korban selalu tidak menanggapi sapaan tersangka kepada korban dengan panggilan "Lao". Kemudian, karena merasa diacuhkan tersangka menanyakan langsung kepada korban arti dari kata lao tersebut.

Korban lantas menjawab, lao itu sama artinya dengan lae atau sebutan yang biasa digunakan suku Batak Toba untuk teman. Atau juga berlaku untuk panggilan dari saudara ipar dari pihak istri, atau suami jika mempunyai saudara laki-laki.

"Mungkin karena korban tidak dengar, makanya tidak menganggapi panggilan itu. Tapi karena sudah sakit hari, si pelaku menyikut dada korban, kemudian korban membalas dengan memukul bagian pelipis tersangka. Melihat temannya dipukul, tersangka lain Julius juga ikut memukul korban satu kali," ungkapnya.

Ternyata percekcokan antara korban dengan para tersangka, tak sampai di situ. Dedy kembali menceritakan, saat korban akan berbalik ke arah kedai ternyata terjatuh di pelataran kedai. Kemudian, melihat korban terjatuh Rico lantas mencekik leher korban, dan kembali memukul wajah korban secara berulang kali.

"Kemudian tersangka lainnya Megang ikut membantu Rico, dia (Megang) menusuk korban dengan pisau di bagian lengan kiri atas, dan juga di bagian dada sebanyak dua kali," ucapnya.

Dari tangan para pelaku, personel kepolisian berhasil mengamankan satu buah pisau sepanjang kurang lebih 30 centimeter yang digunakan untuk menusuk korban. Serta barang bukti lainnya yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dikenakan pasal 170 ayat 3e junto pasal 338 subsider 351 ayat 3 KUHP. Tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan nyawa orang lain hilang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved