Dalam Sekejap, 14 Objek Wisata Samosir Sumbang PAD Rp 205 Juta

Meski masih awal tahun, ternyata 14 objek wisata yang dikelola langsung Dinas Pariwisata sudah menyumbang PAD Rp 205 juta.

Dalam Sekejap, 14 Objek Wisata Samosir Sumbang PAD Rp 205 Juta
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Panorama Danau Toba saat senja dari Objek Wisata Holbung, Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Selain sektor pertanian, Pemkab Samosir menggenjot sektor pariwisata. Bahkan, 14 objek wisata Samosir mampu menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 205 juta untuk Kabupaten itu.

Tidak tanggung, tahun anggaran 2019 menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi objek wisata Rp 1,5 miliar.

Meski masih awal tahun, ternyata 14 objek wisata yang dikelola langsung Dinas Pariwisata sudah menyumbang PAD Rp 205 juta.

"Retribusi masuk objek wisata Januari-Februari 2019, sebanyak Rp 205.000.000," kata Bupati Samosir, Rapidin Simbolon kepada Tribun di Samosir, Selasa (12/3/2019).

Kata Rapidin, satu dari 14 objek wisata yang menjadi penyumbang terbesar adalah Air Terjun Efrata di Harian Boho. Sedangkan objek wisata lain yang tersebar di di berbagai kecamatan lain adalah Air Terjun Naisogop, Batu Hobon, Batu Sawan, Aek Sipitudai, Hutan Pinus, yakni Tomok, Batu Kursi Persidangan Siallagan, Museum Huta Bolon, Pantai Pasir Putih Parbaba, Aek Rangat Pangururan,  Menara Pandang Tele, Aek Natonang dan Perkemahan Pondok Remaja Lagundi.

Rapidin meyakini, Samosir bisa mencapai target Rp 1,5 miliar tersebut di tahun 2019. Apalagi, libur lebaran, Natal dan tahun baru serta libur hari keagamaan lainnya bisa yang akan mendongkrak pendapatan dari objek wisata.

Saat ini, kata Rapidin Pemkab berupaya lebih meningkatkan pencapaian target. Antara lain, meningkatkan disiplin Petugas Pemungut Retribusi (PPR) di berbagai objek wisata, hingga meningkatkan pelayanan terhadap wisatawan.

"Kita akan terus sosialisasikan ke segala penjuru, melalui video promosi. Apalagi, kapal-kapal kita sudah dilengkapi radio dan alat keselamatan secara bertahap," ungkap Rapidin

Seperti amatan Tribun, memang aktibitas pelabuhan di Samosir tidak mau lagi kecolongan. Dinas Perhubungan melalui petugas-petugas pelabuhan sudah melakukan pengawasan yang ketat.

"Syukur, saat ini kita sudah melakukan pengawasan yang ketat di pelabuhan melalui Dinas Perhubungan. Alat-apat keselamatan seperti Radio dan pelampung sudah dilengkapi," kata Rapidin.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved