Gojek Dorong Masyarakat Mencari Ide Bisnis Berbasis Digital

Harus jelas mau menjadi pengusaha kapan. Harus tegas. Lima tahun, 10 atau 20 tahun nanti. Katanya, jangan saya mau menjadi pengusaha suatu hari nanti.

Gojek Dorong Masyarakat Mencari Ide Bisnis Berbasis Digital
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Para peserta seminar kewirausahaan dari Gojek berfoto bersama setelah selesai acara. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur saat ini menjadi primadona dan mimpi banyak orang. Dengan membuka lapangan pekerjaaan baru, kita ikut membantu perekonomian bangsa.

Sebagai pemilik bisnis atau seseorang yang akan memulai usaha, yang harus dimiliki adalah pengetahuan dasar membangun bisnis dan membuatnya berkembang.

Dalam hal mengembangkan usaha agar bisa naik kelas, Gojek mendorong masyarakat terutama mahasiswa mencari, menemukan dan mengimplementasikan ide bisnis yang mereka miliki.

Dengan kegiatan Go Campus, Gojek berikan motivasi dalam berwirausaha. Terutama dalam memanfaatkan teknologi digital.

Setelah melakukannya di Universitas Sumatera Utara beberapa waktu lalu, Go Campus sambangi Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab), Senin (11/3/2019). Satu pembicaranya adalah Public Affairs Senior Associate Gojek Indonesia Feryan Saputra.

Ia mengatakan, hal awal yang harus dimiliki seorang wirausaha adalah mimpi.

"Namun, agar mimpi tidak menerawang-ngawang, rumuskan mimpi dengan 'Srius'. Pertama adalah harus Spesifik. Harus jelas ingin menjadi pengusaha apa, apakah pengusasa makana. Makananya apa. Bakso, mi ayam, nasi goreng atau apa Sama halnya dengan teman-teman pengin liburan, mau kemana. Bali, Raja Ampat, atau kemana. Untuk itu, yang pertama harus jelas," katanya di depan 200 mahasiswa yang berhadir.

Kedua adalah Rasional. Alasan ingin menjadi pengusaha harus jelas. Ingin jadi pengusaha agar cepat-cepat umrah atau membantu orangtua. Alasan harus bagus, harus yang bermanfaat. Bukan memakai alasan agar menjadi kaya terus bisa pamer. Berikan alasan yang positif.

"Ketiga adalah Indikator keberhasilannya apa. Teman-teman harus mengatur pencapaiannya apa. Saya mau jadi pengusaha ayam bakar misalnya tetapi indikatornya apa. Misalnya untuk menjadi tahap tesebut pertama saya harus mengumpulkan modal dengan cara mengumpulkan uang Rp 500 ribu satu bulan. Harus ada capaian yang teman-teman lakukan dalam mimpi tersebut. Mimpinya walaupun dicapai 10 hingga 5 tahun ke depan, tetapi setiap tahunnya ada pencapaian," jelasnya.

Kemudian, Ukur waktunya. Harus jelas mau menjadi pengusaha kapan. Harus tegas. Lima tahun, 10 atau 20 tahun nanti. Katanya, jangan saya mau menjadi pengusaha suatu hari nanti.

Halaman
12
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved