Ponaryo Astaman Bangga Prestasi Timnas Junior Saingi Senior: Bagian dari Regenerasi

Namun prestasi belum pernah dirasakan Timnas senior di ajang AFF. Indonesia hanya mentok di final lima kali dengan ending sebagai Runner up.

Ponaryo Astaman Bangga Prestasi Timnas Junior Saingi Senior: Bagian dari Regenerasi
Tribun Medan /Ilham Fazrir Harahap
Tim Talent Scouting MILO Football Championship Ponaryo Astaman. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Prestasi Tim Nasional Indonesia saat ini sangat berbeda dengan Tim Nasional kelompok umur. Timnas kelompok umur lebih bertaji di ajang Piala AFF. Mulai dari usia 16 hingga 22, sukses meraih gelar juara.

Diawali dari keberhasilan timnas U-19 pada AFF U-19 2013 berhasil mendapatkan juara. Kemudian Timnas U-16 pada AFF U-16 2018 mengikuti jejak abangannya menjadi juara. Teranyar Timnas U-22 pada AFF U-22 2019 menambah prestasi juara di tingkat Asia Tenggara.

Namun prestasi belum pernah dirasakan Timnas senior di ajang AFF. Indonesia hanya mentok di final lima kali dengan ending sebagai Runner up.

Mantan gelandang Timnas, Ponaryo Astaman menganggap hal itu sebagai regenerasi. Menurutnya gelar juara para junior harusnya menjadi cambuk untuk segera meraih gelar juara AFF yang dinanti-nantikan publik Indonesia.

“Jangan jadikan beban hasil prestasi yang diraih oleh juniornya. Tapi justru hal ini, motivasi kepada timnas senior untuk lebih baik daripada junior-juniornya,” katanya saat di Medan kemarin.

Polres Siantar Segera Gerebek Lokasi Hiburan Malam setelah Tangkap Pengedar 200 Pil Ekstasi

Ridwan Peluk dan Cium Anaknya setelah Dibebaskan Malaysia, Ditahan karena Lewati Batas Perairan

Tengku Zulkarnain Dituduh Sebarkan Fitnah, Begini Komentar Mahfud MD

VIDEO: Bizkafe, Bus Didesain Menjadi Kafe, Harga Dimulai dari Rp 25 Ribu Per Orang

Kesuksesan tim junior di ajang AFF memang sangat mendongkrak para pemain untuk berprestasi. Ia yakin tim junior yang berhasil menjuarai Piala AFF bisa mengalir hingga nantinya ke level senior.

“Pastinya ini bagian dari proses tim junior yang pernah juara, karena mereka ini cikal bakal tim senior. Sementara untuk pemain yang saat ini di level senior menjadi tugas bagi pelatih saat ini untuk mengikuti prestasi para juniornya,” ungkapnya.

Driver Grab Dikeroyok, Motor Dirusak hingga Helm Hancur Ditendang, VIDEO VIRAL . .

Orangtuanya Kabur karena Utang, Jenazah Bocah 9 Tahun yang Tewas Terbakar Terlantar

Pemain yang mengoleksi 62 caps bersama timnas ini mengatakan sejauh ini ada upaya federasi untuk berbenah mulai dari level usia dini. Salah satunya lewat filanesia yang diharapkan bisa diterapkan hingga timnas senior.

Nikmati Sajian Kuliner Sambil Jalan-jalan Keliling Kota di Bizcafe, Cafe Bis Pertama di Sumatera

Kabar Baik datang Dari Managemen PSMS Medan, Lusa Calon Pemain Tandatangani Kontrak

Louis van Gaal Umumkan Pensiun dari Dunia Sepak Bola, Jadwal Pensiunnya Molor 10 Tahun

“Kita saat ini sedang giat-giatnya kompetisi di level grasroot (akar rumput). Bagaimana agar mengelolanya sejalan semuanya. PSSI sudah membuat langkah dengan filosofi sepakbola filanesia. Dengan adanya filanesia, kami berharap bisa ebih baik sehingga fondasi kita untuk timnas senior lebih kuat,” pungkasnya.

Saat ini Timnas senior sedang menjalani pemusatan latihan di Australia hingga 17 Maret mendatang. Tim besutan Simon McMenemy itu akan menjalani beberapa laga uji coba.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved