Tak Terima Anaknya Dianiaya Guru, Ditriani Harus Memakai Rompi Terdakwa, Hakim Sarankan Damai

Anak saya juga sudah dipukul di kelas oleh Ibu Cindy itu juga sudah ada rekamannya di cctv, jadi kami sudah melaporkan ke Bareskrim.

Tak Terima Anaknya Dianiaya Guru, Ditriani Harus Memakai Rompi Terdakwa, Hakim Sarankan Damai
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa penganiayaan Ditriani terhadap guru SMA Shafiyyatul Amaliyah, Cindy Caludia (korban) memasuki sidang mendengarkan saksi di Ruang Cakra 7, Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa penganiayaan Ditriani terhadap guru SMA Shafiyyatul Amaliyah, Cindy Caludia (korban) memasuki sidang mendengarkan saksi di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (12/3/2019).

Terdakwa yang tidak didampingi kuasa hukumnya mendatangkan dua orang saksi yaitu anaknya sendiri M Hadyan dan orang tua murid lainnya bernama Nur.

Dalam keterangannya, Hadyan mengaku bahwa dirinya sering mendapat kekerasan dari saksi korban yaitu guru bahasa inggris SMA Shafiyyatul Cindy Claudia yang telah melaporkan orang tuanya tersebut.

"Jadi awalnya itu waktu Rabu pagi saya dan 3 teman saya ke kamar mandi, baru masuk kelas Miss Cindy waktu giliran saya mau masuk rupanya dilarang dan di setrap disuruh berdiri. Lalu teman-teman saya melihat dan heran karena hanya saya yang disetrap lalu saya disuruh duduk," jelasnya.

Lalu, ia menjelaskan karena melihat niatnya untuk duduk, Miss Cindy langsung melempar spidol dan penghapus ke arah Hadyan.

"Tiba-tiba Miss Cindy lempar spidol dan penghapus ke bagian dada saya. Itu lumayan sakit, baru ada sapu saya dipukul 5 kali, habis itu ibu itu mencubit payudara lalu menjewer kuping dan menjambak saya," terangnya.

Lalu seusai itu ia menerangkan bahwa saat masuk di ruangan Hadyan yang tak mempunyai buku pelajaran karena belum mendapatkan dari perpustakaan juga menjadi bulan-bulanan Cindy.

"Lalu saya pas buka buku, disuruh keluar padahal memang buku pelajaran belum ada di perpus. Terus karena melihat rambut saya sedikit panjang dia langsung ambil gunting dan menggunting rambut saya," tuturnya.

Bahkan yang lebih mengerikan, Hadyan menjelaskan bahwa dirinya pernah dicekik lehernya dengan menggunakan dasi.

"Jadi setelah itu saya kan ke BP, baru disuruh guru BP saya meminta maaf ke bu Cindy. Ya saya disitu mau minta maaf tapi ketika menemui ibu Cindy malah langsung memerahi karena dasi saya kurang rapi. Lalu saya perbaiki, eh pas saya perbaiki dasi saya langsung diambil dan dililit di leher saya sampai saya sesak. Langsung saja saya mendorong ibu Cindy," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved