Warga Masih Ramai Berkerumun, Polisi Imbau Jangan Mendekat ke Rumah Terduga Teroris

Ibu-ibu, tolonglah, jangan dekat-dekat dari lokasi Kejadian. Ini bukan tontonan, ini penangkapan terduga teroris yang terjadi ledakan di lokasi.

Warga Masih Ramai Berkerumun, Polisi Imbau Jangan Mendekat ke Rumah Terduga Teroris
Tribun Medan/Sofyan Akbar
Warga ramai di Jalan Cendrawasih 

TRIBUN-MEDAN.com, SIBOLGA - Petugas kepolisian yang berada di lokasi berkali-kali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi ledakan di rumah terduga teroris yang berada di Jalan Cendrawasih, gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Rambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga persis di masjid Al-Mukhlisin.

"Ibu-ibu, tolonglah, jangan dekat-dekat dari lokasi Kejadian. Ini bukan tontonan, ini penangkapan terduga teroris yang terjadi ledakan di lokasi. Jadi tolonglah untuk menjauh," kata Ipda Sitompul di lokasi kejadian yang berjarak sekitar 300 meter dari TKP, Selasa (12/3/2019).

Setelah menyuruh masyarakat untuk tidak mendekati lokasi, pria dengan balok satu di pundaknya ini juga menyatakan agar masyarakat membantu petugas kepolisian dalam bekerja.

"Di rumah terduga teroris itu banyak bahan peledak. Dan kita tidak tahu berapa jauh radiusnya. Saya melarang karena kami sayang sama masyarakat. Jadi tolonglah bergeser sesuai batas yang kami berikan," ujarnya.

Masyarakat yang mendengar imbauan dari petugas kepolisian langsung mendekati lokasi yang diberikan oleh petugas untuk melihat kejadian ledakan ini.

Sementara itu, warga sekitar R Siregar mengatakan ledakan yang terjadi pada Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB ini terasa sampai ke simpang Jalan Jati atau sekitar 300 meter dari lokasi ledakan

"Terdengar jelas suara ledakannya. Sampai kami warga sekitar yang berada di radius 150 meter dari lokasi kaget. Serpihan dari material bom juga terdengar seperti rintihan hujan deras," kata R Siregar yang juga membuka usaha kelontong di rumahnya.

Ia juga mengatakan dampak dari ledakan bom itu juga membuat lubang sedalam setengah meter dari lokasi bom yang meledak.

"Kami sempat takut dengar suara ledakannya. Saya saja sampai menutup kedai saya. Karena selang beberapa menit habis ledakan, polisi langsung datang ke lokasi," katanya.

Masih dikatakan R Siregar, petugas juga menyuruh seluruh warga untuk keluar dari rumah pascaledakan itu.

"Warga yang rumahnya berjarak 150 meter disuruh keluar dari rumah. Jadi kami pun keluar. Namun karena saya berjualan, saya dikasih masuk lagi ke rumah setelah benar-benar polisi menyatakan kalau tidak ada lagi ledakan terjadi," ujarnya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved