Fintech Ini Sasar Masyarakat Pedesaan Beri Bantuan Modal Usaha Secara Online

Era teknologi merupakan sebuah era dimana kehidupan dan aktivitas masyarakat akan lebih mudah dan efektif

Fintech Ini Sasar Masyarakat Pedesaan Beri Bantuan Modal Usaha Secara Online
TRIBUN MEDAN/NATALIN
Brand Manager PT. Amartha Mikro Fintek, Lydia M. Kusnadi, Amartha tumbuh menjadi fintech Peer to Peer (P2P) lending menghubungkan langsung pengusaha mikro dengan pemodal secara online. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Era teknologi merupakan sebuah era dimana kehidupan dan aktivitas masyarakat akan lebih mudah dan efektif dikarenakan peran dunia digital. 

Salah satu jenis startup yang mulai naik daun adalah pada bidang Fintech. 

Fintech adalah sebuah sebutan yang disingkat dari kata financial dan technology dimana artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan.

Brand Manager PT. Amartha Mikro Fintek, Lydia M. Kusnadi mengatakan Amartha sebagai Lembaga Keuangan Mikro dengan misi menghubungkan pelaku usaha di pedesaan yang kesulitan mendapat modal usaha.

"Hingga saat ini, Amartha tumbuh menjadi fintech Peer to Peer (P2P) lending menghubungkan langsung pengusaha mikro dengan pemodal secara online dengan rate kesuksesan yang patut dibanggakan," ujar Lydia, Rabu (13/03/2019).

Lydia mengatakan dari tahun lalu sampai sekarang, sudah banyak sosialisasi tentang fintech kepada masyarakat. Pengetahuan masyarakat terkait fintech pun kini cukup baik. "Maka itu juga yang bikin banyak pengusaha semakin percaya diri untuk mendirikan fintek," ucapnya.

Diakui Lydia, kini Fintek semakin berkembang. "Amartha adalah pionir P2P lending untuk masyarakat unbanked. Kami menghubungkan pengusaha mikro di pedesaan yang membutuhkan modal kerja sekitar Rp 3 jutaan dengan pendana perorangan yang tertarik mendapat keuntungan finansial serta memberikan dampak sosial," ujarnya.

"Kami menjembatani mitra yang mengajukan pembiayaan untuk membuka warung sembako atau mengembangkan usaha produksi tahu skala rumahan. Jumlah pembiayaan yang mereka ajukan mungkin terlihat kecil, namun dengan pendekatan yang tepat, kami percaya nilai tersebut dapat menjadi peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan," kata Lydia.

Ia mengatakan pihaknya juga mengutamakan perlindungan konsumen. "OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah bikin guideline yang bagus banget buat Fintech terutama yang pinjam meminjam.
tapi yang jelas memang OJK, semakin memperketatlah," ujarnya.

"Kami percaya platform market place online seperti P2P memiliki kekuatan untuk menjembatani pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia," ucap Lydia.

Ia mengaku perkembangan Amartha berjalan dengan baik. "Alhamdulillah perkembangan Amartha berjalan dengan baik, kita juga memang sudah komitmen dari awal untuk membangun bisnis yang ethical. So, kita memang memegang prinsip keadilan, transparansi, proteksi untuk semua user kita," katanya.

Lydia mengatakan agar fintek tidak terpuruk maka fintek harus terus berusaha buat comply (memenuhi) aturan OJK. "Comply sama OJK tentunya, build a business yang bermanfaat untuk konsumen serta produknya bermanfaat," ucapnya.

(nat/Tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved