Predator Anak, Kepala Pesantren Al Ikhwan Resmi Tersangka Kasus S0d0mi Puluhan Santri

"Dia sudah diamankan, yang terdata kami korbannya sudah 14 santri, yang lapor satu orang sudah mewakili. Dia Ketua Pesantrennya," kata AKP Juriadi.

Predator Anak, Kepala Pesantren Al Ikhwan Resmi Tersangka Kasus S0d0mi Puluhan Santri
TRIBUN MEDAN/HO/POLRES LANGKAT
Kepala Pesantren Al Ikhwan, Dedi Suwandi, M. Pdi 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kasus tindak pidana asusila mencoreng instansi pendidikan berbasis agama, di Pondok Pesantren Modren di Kecamatan Padang Tualang Kabupaten Langkat. Oknum kepala pesantren resmi ditahan dan ditangkap oleh Polres Langkat atas laporan dugaan sodomi kepada belasan santri.

Kapolres Langkat, AKBP Dody Hermawan membenarkan bahwa oknum pengajar Pesantren Al Ikhwan Desa Serapuh, Dedi Suwandi, M. Pdi (40) sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap belasan santri laki-laki.

Saat ini 14 santri diduga menjadi korban, dan tidak menutup kemungkinan ada korban lain.

Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Juriadi kepada Tribun Medan mengatakan bahwa Dedi Suwandi berstatus Pegawai Negeri Sipil. Selain tenaga pengajar, Dedi Suwandi juga menjabat sebagai Ketua Pesantren.

"Dia sudah diamankan, yang terdata kami korbannya sudah 14 santri, yang lapor satu orang sudah mewakili. Dia Ketua Pesantrennya," kata AKP Juriadi, Rabu (13/3/2019)

Kasus asusila terhadap belasan santri yang masih di bawah umur ini terungkap setelah
Selasa (12/3/2019) sekira pukul 00.20 WIB pelaku ditahan Polres Langkat.

Dedi Suwandi warga Dusun II Serapuh ABC Kecamatan Padangtualang Kabupaten Langkat ini tak menampik sehubungan dengan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah yang merupakan murid-muridnya.

"Pelaku mengaku tindak pidananya sejak sekitar bulan April 2018 sampai dengan Maret 2019. Ada 14 yang diduga jadi korban, hasil pemeriksaam dua orang telah disodomi, lainnya masih dicabuli pengakuannya," kata Juriadi.

Baca: Tak Tahan Kelakuan Oknum Ustaz Homo Seks, Puluhan Santri Melarikan Diri dari Pondok Pesantren

Ratusan warga bersama para santri mendatangi Ponpes Al-Ihkwan
Ratusan warga bersama para santri mendatangi Ponpes Al-Ihkwan (TRIBUN MEDAN/HO)

Pengakuan korban, MFR di Polres Langkat mengatakan pada bulan Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB pergi ke kemar mandi. Saat itu pelaku memanggilnya dan mengajak ke rumah kosong.

"Katanya ayok ke belakang rumah kosong, nanti kubuka pintuny, lalu setelah tiba di rumah kosong, saya dan dia sempat bercerita-cerita dan bertanya kepada saya siapa saja santri yang merokok di pesantren, dan akhirnya saya pun memberitahukan hal tersebut kepada pelaku. Setelah itu pelaku meraba kedua betis hingga ke paha saya dan ia berkata bahwa ia ingin melihat bulu saya," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved