Bantah Warga yang Melapor ke Hotman Paris, Novianto: Tak Ada Hubungan BNI dengan Koperasi Swadarma

BNI TIDAK memiliki hubungan hukum dengan koperasi tersebut sehingga segala perbuatan yang dilakukan oleh koperasi.

Bantah Warga yang Melapor ke Hotman Paris, Novianto: Tak Ada Hubungan BNI dengan Koperasi Swadarma
Instagram/hotmanparisofficial
Hotman Paris bersama nasabah BNI Siantar yang mengaku ditipu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Chiev Executive Officer (CEO) BNI Cabang Medan Novianto Harry Kristono angkat bicara tentang penipuan yang dilakukan oknum pejabat Bank BNI Cabang Siantar tahun 2016 dengam modus Koperasi Swadarma.

Novianto membantah tentang adanya hubungan Koperasi Swadarma dengan PT Bank BNI. Novianto menyampaikan empat poin terhadap permasalahan yang viral di akun Instagram @Hotmanparisofficial.

Melalui pesan WhatsApp, Novianto menyatakan penipuan yang terjadi tahun 2016 merupakan perbuatan oknum. Ia juga menyerahkan kasus itu ke penegak hukum.

"BNI TIDAK memiliki hubungan hukum dengan koperasi tersebut sehingga segala perbuatan yang dilakukan oleh koperasi, baik pidana maupun perdata sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka,"ungkapnya, Kamis (14/3/2019).

Ia menyayangkan para deposan menjadi korban penipuan dan penggelapan oleh oknum pejabat. Novianto juga tidak mengetahui keberadaan oknum pejabatan BNI yang melakukan penipuan tersebut.

"Rahmad dan Fachrul benar waktu itu berstatus pegawai BNI sejak koperasi bermasalah telah resain dari BNI dan sampai dengan saat ini tidak ada status pidana seperti yang disangkakan serta keberadaannya sudah tidak diketahui,"katanya.

Novianto juga menyampaikam mepada masyarakat jika ingin melakukan investasi jangan sembarangan.

"Pesan kami kepada segenap masyarakat, apabila memiliki dana untuk investasi agar di simpan ke bank, jangan sekali kali dilakukan ditempat lain yg memberi bunga tinggi diatas rate bank karena penyimpanan dana di bank dalam jumlah maksimal Rp 2 miliar dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)," tambahnya.

Novianto juga meminta agar masyarakat tidak tergiur dengan penawaran semata-mata karena bunga, tapi keamanan dana juga harus terjamin.

Diketahui, Hotni Rumasi Magdalena Lumbantoruan telah melaporkan empat oknum pejabat Bank BNI yang melakukam penipuan dengan modus Koperasi Swadarma dengan bunga tinggi ke pihak kepolisian pada tahun 2015. Teranyar, Hotni Rumasi menyampaikan hal ini kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta. Kasus ini mendadak viral. Puluhan korban yang telah melapor mengaku mengalami kerugian miliaran rupiah.

Baca: Nasabah BNI Siantar Mengadu ke Hotman Paris, Tabungan Hilang dengan Modus Simpanan Koperasi

 

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved