Jaksa KPK Pastikan Dirut PT TMU Rijal Efendi Beri Suap ke Bupati Remigo Rp 200 Juta

KPK telah menetapkan tiga orang tersangka lainnya penerima suap proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat.

Jaksa KPK Pastikan Dirut PT TMU Rijal Efendi Beri Suap ke Bupati Remigo Rp 200 Juta
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu memasuki sidang mendengarkan saksi di Cakra Utama, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa suap Direktur PT Tombang Mitra Utama (TMU), Rijal Efendi Padang terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu memasuki sidang mendengarkan saksi di Cakra Utama, Pengadilan Negeri Medan, Kamis (14/3/2019).

Jaksa Penuntut Umum dari KPK tampak mendatangkan 5 orang saksi dalam sidang kasus suap terhadap Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Hakim Erwan Effendi.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka lainnya penerima suap proyek infrastruktur di Kabupaten Pakpak Bharat. Mereka adalah, Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda ‎Berutu (RYB), Plt Kadis PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK), pihak swasta Hendriko Sembiring (orang kepercayaan david).

Selama persidangan Rijal tampak mengenakan kemeja putih berbunga. Tampak pria 38 tahun itu matanya berkaca-kaca selama persidangan mendengarkan saksi.

Jaksa KPK, Ikhsan Fernando menyebutkan bahwa dari keterangan 5 saksi tersebut membenarkan bahwa terdakwa memberikan suap kepada Bupati Remigo untuk memenangkan lelang proyek Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu senilai Rp4.544.280.000.

"Saksi hari ini ada 5 orang, 4 dari Pokja ULP yang 1 orang anggora DPRD. saksi menyatakan bahwa benar dia pernah menawarkan proyek disuruh David Plt Kadis PUPR. Bahkan kepada terdakwa ini ada proyek tapi harus membayar uang muka, sebesar 200 juta dari kesepakatan sekitar 10 persen dari nilai proyek," terangnya kepada Tribun seusai sidang.

Hal tersebut dijelaskan Jaksa KPK diterangkan oleh Yansen Sianturi selaku staff di Pemda Pakpak Bharat.

"Jadi diminta 500 juta dibayarkan diawal sebelum lelang diberikan kepada David, seperti biasa akan diberikan ke atas lagi yaitu untuk Bupati. Jadi itu tadi yang katakan Pak Yansen saksinya dia pegawai di Pemda juga bagian BPKD dia temannya David," terangnya.

Ia juga menjelaskan saksi lainnya Rudiar Sembiring selaku Pejabat Pembuat Kebijakan (PPK) proyek Pengaspalan Jalan Simpang Kerajaan-Mbinanga Sitellu.

"Saksi lain, yang PPK yang menjelaskan bahwa dia mengetahui David meminta tagihan kewajiban uang selain Rp 400 juta itu ada lagi 15% setelah lelang dimenangkan. Lalu diminta lagi dan sempat menyerahkan uang Rp 500 juta cek lewat PPK diketahui itu," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved