Medan Tuan Rumah Turnamen Bulutangkis Daihatsu Astec Open 2019, Ini Perimbangan Kekuatan Peserta

Kejuaraan Bulu tangkis bertaraf internasional Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 Medan telah memasuki hari kedua.

Medan Tuan Rumah Turnamen Bulutangkis Daihatsu Astec Open 2019, Ini Perimbangan Kekuatan Peserta
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Sekretaris umum (Sekum) Pengprov PBSI Sumut Edi Ruspandi 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejuaraan Bulu tangkis bertaraf internasional Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 Medan telah memasuki hari kedua. Sejumlah atlet pun sudah mulai berguguran pada babak penyisihan.

Sekretaris umum (Sekum) Pengprov PBSI Sumut Edi Ruspandi mengatakan sejak babak penyisihan mulai bergulir kemarin para atlet satu per satu mulai berjatuhan. 

Tak terkecuali bagi para atlet Sumatera Utara (Sumut) pun mulai berguguran akibat dikalahkan atlet dari pulau jawa.

"Kita lihatlah pemain-pemain dari pulau Jawa masih banyak mendominasi kayak dari Djarum, dari Axis, dari Jaya Raya. Atlet-atlet kita sendiri sudah banyak yang berjatuhan di kelompok umur U13 baik putra maupun putri," ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Edi juga menjelaskan, selain persaingan ketat di kelompok umur u13, persaingan juga terjadi untuk kelompok umur u15 dan u17. 

Bahkan untuk dua kelompok umur diberlakukan lebih dulu babak kualifikasi dikarenakan ketatnya persaingan.

"Untuk kualifikasi ini sudah kita lihat lah kan kualitas permainannya, dimana untuk mencapai babak utama saja untuk yang kualifikasi U15 dan U17 itu sudah mulai rame, sudah mulai ketat, belum lagi kalau sudah masuk ke babak utamanya," terangnya.

Lebih lanjut, kata Edi, dengan adanya persaingan ketat di Daihatsu Astec Open (DAO) 2019 ini tentunya diharapkan akan berdampak positif bagi kemajuan bulu tangkis di Sumut. 

Apalagi selain diikuti oleh atlet Sumut, turnamen ini juga diikuti atlet asal klub di pulau Jawa hingga dari Thailand dan India.

"Ada beberapa hal yang sebetulnya bisa kita tarik pembelajaran buat kita. Yang pertama paling gak buat pelatih dia bisa ngukur hasil latihan anak-anaknya dibandingkan dengan atlet dari luar Medan, sampai sejauh mana. Kalau memang ada kekurangan pelatih kita pasti akan lebih bisa meningkatkan lagi untuk ke depannya. Kedua, inipun bisa menambah jam terbang atlet kita untuk makin memperbanyak frekuensi pertandingan," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved