Pembunuh Nui-nui Lakoni 27 Reka Adegan Tindakan Sadisnya

Proses rekonstruksi turut disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum, Linda Sembiring dan puluhan warga yang penasaran.

Pembunuh Nui-nui Lakoni 27 Reka Adegan Tindakan Sadisnya
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Tersangka Ridwan Wongso menjalani rekonstruksi pembunuhan Lina alias Nui-nui di kediaman korban, Gang Belimbing Nomor 22, Lingkungan II, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota, Kamis (14/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Ridwan Wongso disaksikan puluhan warga saat Penyidik Satuan Reserse Kriminal menggelar rekonstruksi pembunuhan Lina alias Nui-nui di kediaman korban, Gang Belimbing Nomor 22, Lingkungan II, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota.

Ridwan Wongso alias Awi (40) melakoni 27 adegannya rekonstruksi pembunuhan sadis, Kamis (14/3/2019)

"Ada 27 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan kali ini. Pelaku kita jerat dengan Pasal 340 Jo 338 Jo 365 ayat (3) KUHPidana. Ancaman hukumannya minimal 15 tahun dan maksimal pidana mati karena pelaku juga melakukan pencurian kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif.

Proses rekonstruksi turut disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum, Linda Sembiring dan puluhan warga yang penasaran. Dalam rekonstruksi ini, awalnya Ridwan Wongso ingin mengembalikan sebilah parang pendek yang dibawanya dalam sebuah tas ransel warna hitam. Kedatangan pelaku disambut baik oleh Nui-nui.

Nui-nui mempersilahkan tersangka masuk ke dalam rumah, parang milik korban dipulangkan dan diletakkan di atas meja. Saat itu lah tragedi bermula, pelaku menagih uang utang senilai Rp 4 juta. Namun korban belum ada uang untuk memenuhi tagihan pelaku.

Mendengar jawaban korban, sontak pelaku langsung mendadak emosi dan naik darah. Parang yang hendak dikembalikan malah dipakainya untuk mengancam dan mendekatkan parang ke leher korban.

Dalam reka adegan, korban sempat menepisnya. Namun upaya pelaku terusel menjadi jadi, pelaku nekad menggorok leher korban sebanyak dua kali sabetan. Korban yang saat itu duduk di kursi tak bergerak lagi meregang nyawa.

Korban yang sudah berumur darah, diseret pelaku ke kamar mandi yang berjarak sekitar 5 meter dari kursi. Nui-nui diseret-seret dalam keadaan posisi badan telungkup, sehingga darah korban juga sempat berceceran, dan dibersihkan dengan kain.

Pelaku sempat berupaya membersihkan bukti jejak pembunuhan. Parang pendek yang digunakan dalam keadaan berlumuran darah dibersihkan pelaku dengan air. Setelah cuci parang, pelaku merampas kalung emas di leher korban, gelang di tangan korban dan tiga cincin. Barang-barang berharga korban dibawa pelaku dalam tas hitam yang dikenakannya saat mendatangi korban. Selain emas, pelaku juga membawa kabur satu unit handphone, satu unit televisi dan satu sepeda motor Honda Beat BK 5073 RAO.

"Ridwan Wongso pelaku tunggal. Usai beraksi, dia kami amankan dan ditangkap di rumah orangtuanya, Jalan Suka Mulya, Dolok Masihul, Serdang Bedagai pada Senin 11 Februari 2019 pukul 06.00 WIB,” ujar Wirhan Arif sembari mengatakan usai rekonstruksi, langkah penyidik selanjutnya akan melakukan pelimpahan kepada JPU untuk segera disidangkan.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved