Teken MoU Dengan Kejari Medan, PD Pasar akan Dikawal Secara Hukum

Rusdi berharap penandatanganan MoU Bidang Perdata dan Administrasi Negara ini membantu persoalan-persoalan pasar pada bidang hukum.

Teken MoU Dengan Kejari Medan, PD Pasar akan Dikawal Secara Hukum
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Foto bersama usai penandatanganan MoU PD Pasar dengan Kejaksaan Negeri Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan dengan Kejaksaan Negeri Medan, diharapkan Direktur Utama Rusdi Sinuraya bisa membentuk marwah pasar selama dari kesan seram dan banyak preman.

Selama ini, menurut Rusdi, para pedagang kerap khawatir dengan ancaman preman dan oknum OKP yang membuat para pedagang tidak nyaman.

"Selama ini banyak pasar dikuasai oknum OKP yang meresahkan pedagang berjualan. Sekarang semua akan berubah," kata Rusdi di Gedung Kejari Medan, Jalan Adinegoro No. 5 Medan.

Rusdi berharap penandatanganan MoU Bidang Perdata dan Administrasi Negara ini membantu persoalan-persoalan pasar pada bidang hukum.

Apalagi, menurutnya, pasar sudah mengalami perkembangan ke era digiral untuk mendukung transparansi dan keakuratan.

"Sudah tidak ada jarak komunikasi antara pedagang dengan Direksi, Badan Pengawas, Walikota. Jadi semuanya sudah transparan," tukasnya.

Pada tahun ini, Direksi PD Pasar bertekad memberikan kenyamanan bagi para pedagang dalam segi apapun. Rusdi menginginkan pasar bukan hanya tempat mencari nafkah, melainkan rumah bagi pedagang.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri Medan Dwi Harto mengatakan fungsi MoU nantinya akan menjadi pengawal pembangunan di lingkungan Pasar, pengawasan barang dan jasa, pengawasan pengkajian dan pendapatan.

"Tahun lalu 149 bidang dikawal oleh TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah). Paradigma sudah berubah. Kehadiran Jaksa bukan lah sebuah keangkeran. Karena jaksa adalah pengacara negara," pungkasnya.

Pada tahun 2019, PD Pasar berupaya menargetlan keuntungan 100 persen dari operasional 53 pasar dibawahnya.

Hal itu didasari, PD Pasar yang mampu meraup keuntungan tertinggi sepanjang sejarah yakni Rp 2,093 Miliar sepanjang tahun 2018 lalu.

PD Pasar mampu memberikan dividen ke Pemko Medan sebesar 50 persen dari keuntungan yang didapat. Bahkan, PD Pasar menambahkan keuntungan dengan keuntungan lainnya dari Pusat Pasar dan Pasar Marelan.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved