Dwi Benarkan Pejabat Dinas KB Deliserdang Diperiksa Kejaksaan

Dwi Hariono yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan terhadap empat orang anggotanya itu.

Dwi Benarkan Pejabat Dinas KB Deliserdang Diperiksa Kejaksaan
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kantor Dinas Pengendalian Penduduk, KB, PP dan PA Kabupaten Deliserdang, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kejaksaan Negeri Deliserdang mulai menindaklanjuti adanya dugaan korupsi yang terjadi di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP, KB, PP dan PA) Kabupaten Deliserdang.

Informasi yang dikumpulkan di lingkungan Pemkab Deliserdang untuk tahap awal sudah ada empat orang pegawai yang sudah dipintai keterangannya di kantor Kejaksaan Negeri Deliserdang.

Keempat orang itu yakni Kasubag Keuangan, TSU, Bendahara Pengeluaran, RN dan dua orang Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) masing-masing J dan G.

Keempatnya dipintai keterangannya pada Senin, (11/3/2019) terkait dugaan korupsi pada belanja modal tahun anggaran 2017/2018.

Pemanggilan keempat pegawai ini berdasarkan atas surat yang dilayangkan oleh Kejaksaan nomor B-/4/2/N. 2.22/Dek.3/03/2019 tanggal 5 Maret lalu. Surat pemanggilan untuk dipindai keterangan itu ditandatangani langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Harli Siregar.

Kepala Dinas PP, KB, PP dan PA, Rabiatul Adawiyah yang dihubungi melalui telepon selulernya tidak bersedia untuk berkomentar. Ia mengaku sedang menghadiri acara.

"Saya lagi ada acara," katanya sembari memutuskan sambungan telepon.

Sementara itu Sekretaris dinasnya, Dwi Hariono yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan terhadap empat orang anggotanya itu.

Ia juga membenarkan nama-nama anggotanya yang dipanggil oleh Kejaksaan itu adalah TSU, RN, J dan G. Saat itu ia menyebut tidak dapat memberikan komentar banyak lantaran menganggap yang berhak untuk berbicara adalah Kepala Dinas.

"Iya benar dipanggil (Kejaksaan) tapi hanya dipintai keterangan saja yang empat orang itu. Masih itu saja memang (masih empat orang). Ya memang katanya terkait itu (dugaan korupsi pada belanja modal tahun anggaran 2017/2018) tapi jangan saya lah yang memberikan keterangan. Bapak kan kenal dekat kan sama ibu Kadis, nanti kalau saya (yang jelasin) salah pula," kata Dwi Hariono Jum,at, (15/3/2019).

(dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved