Kurir Sabu 2 Kg, Zulkifli dan M Ali Cuma Divonis 10 Tahun Penjara, Ini Alasan Meringankan Hukumannya

Dalam putusannya hakim berpendapat bahwa hal yang meringankan terdakwa adalah bersikap sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya.

Kurir Sabu 2 Kg, Zulkifli dan M Ali Cuma Divonis 10 Tahun Penjara, Ini Alasan Meringankan Hukumannya
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
M. Ali Umar alias Ali (40) dan Zulkifli (56), Dua kurir sabu seberat 2 kg divonis 10 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Deson Togatorop di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (15/3/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua kurir sabu seberat 2000 gram yaitu M. Ali Umar alias Ali (40) dan Zulkifli (56) hanya divonis 10 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan oleh majelis hakim yang diketuai oleh Deson Togatorop di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (15/3/2019).

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa masing-masing selama 10 tahun penjara serta denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan," ungkap Hakim di di Ruang Cakra VI.

Dalam putusannya hakim berpendapat bahwa hal yang meringankan terdakwa adalah bersikap sopan selama persidangan dan menyesali perbuatannya.

"Hal yang memberatkan, perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan merusak para generasi muda," tegasnya.

Perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Putusan tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Juliana Tarihoran dan Toga masing-masing selama 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Menanggapi putusan yang terbilang ringan itu, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya dan JPU menyatakan terima. "Terima pak hakim," ucap kedua terdakwa.

Keduanya tampak lebih tenang usai putusan tersebut, keduanya tidak tampak menunduk. Keduanya langsung dibawa oleh jaksa menuju ruang tahanan sementara PN Medan.

Dalam dakwaan JPU dijelaskan bahwa Zulfikar yang mendekam di Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan memesan sabu kepada Muhammad Ali. Lalu, Muhammad Ali mengirimkan nomor rekening Darnovel dan Zulfikar langsung mengirimkan uang.

Setelah menerima uang, Muhammad Ali menyuruh Jafar (DPO) untuk mengantarkan barang haram itu. Selanjutnya, pada tanggal 10 September 2018 malam, Jafar menyuruh Zulkifli untuk mengantar barang haram.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved