Medan (Sumut) Panas Melekit, BBMKG Medan Ungkap Ada Gangguan, Bukan Akibat Badai Geomagnetik

"Suhu mulai memanas kembali, karena ada gangguan di sekitar Sumatera Utara. Sehingga angin bersifat divergen hingga membuat awan tidak terbentuk.''

Medan (Sumut) Panas Melekit, BBMKG Medan Ungkap Ada Gangguan, Bukan Akibat Badai Geomagnetik
DANIL SIREGAR
Medan (Sumut) Panas Melekit, BBMKG Medan Ungkap Ada Gangguan, Bukan Akibat Badai Geomagnetik. Pelajar menggunakan payung untuk berlindung dari sengatan matahari saat melintas di Jalan Agus Salim, Medan, beberpa waktu lalu. 

Medan (Sumut) Panas Melekit, BBMKG Medan Ungkap Ada Gangguan, Bukan Akibat Badai Geomagnetik   

TRIBUN-MEDAN.com- Dalam beberapa hari terakhir cuaca di Kota Medan terasa begitu panas, bahkan melekit hingga menimbulkan rasa yang begitu gerah di badan.

Bahkan Jumat (15/3/2018) siang tadi, suhu udara menyentuh angka 33 derajat Celcius, dengan kecepatan angin 20 km/jam dan kelembaban udara mencapai 60 persen.

Menanggapi hal itu, Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Martha Rosefina Manurung mengatakan hal itu terjadi karena pelontaran massa korona di matahari atau aktifitas di matahari.

"Suhu mulai memanas kembali, karena ada gangguan di sekitar Sumatera Utara. Sehingga mengakibatkan angin bersifat divergen hingga membuat awan tidak terbentuk," kata Martha, Jumat (15/3/2019).

"Angin-angin kuat dari arah timur ke utara bersifat divergen. Kalau misalnya hujan awan biasa berbentuk konveksi, angin konvergen. Tapi saat ini yang terjadi angin divergen (menyebar). Jadi susah terbentuk aktivitas awan-awan konveksi," ungkap Martha.

Ditanya bagaimana perkembangan cuaca untuk tiga hari ke depan, Martha menjelaskan bahwa untuk Sumut masih berpotensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan.

Tapi untuk sekitar Pantai Barat lereng gunung barat masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Untuk pantai timur umumnya masih berawan.

"Untuk Kota Medan sendiri satu hingga tiga hari ke depan masih berawan. Potensi hanya terjadi untuk hujan lokal," pungkas Martha

 

Tidak Berhubungan dengan Badai Geomagnetik

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved