TRIBUNWIKI: Tempat Wisata Terkenal dan Bersejarah di Medan

Sampai saat ini juga tempat wisata tersebut masih eksis dan menjadi incaran para milineal di Kota Medan untuk mengenal sejarah.

TRIBUNWIKI: Tempat Wisata Terkenal dan Bersejarah di Medan
TRIBUN MEDAN/AHKCYAR GIANTORO
Masjid Raya Al Mashun, di Jalan Sisingamangaraja, Nomor 61, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, hari Kamis (28/2/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kota Medan merupakan kota yang memiliki kemajemukan budaya, etnis dan agama. Tak hanya itu, Kota Medan juga memiliki cerita folklore-nya serta tempat wisata. Sebagian tempat wisata di Kota Medan juga berkaitan dengan folklore dan sejarah. Baik itu merupakan wisata kuliner maupun tempat-tempat wisata lainnya, Jumat, (15/3/2019).

Namun, ini tidak membahas secara gamblang terkait sejarah tempat wisata dengan sejarah Indonesia. Melainkan, tempat wisata terkenal dan memiliki sejarah di Kota Medan. Baik sejarah tentang kerajaan yang ada di Kota Medan, cerita sejarah  masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Wajar saja, hal tersebut membuat wisatawan luar negeri maupun lokal tertarik mengunjungi tempat-tempat wisata di Kota Medan.

Sampai saat ini juga tempat wisata tersebut masih eksis dan menjadi incaran para milineal di Kota Medan untuk mengenal sejarah yang ada di kota tersebut. Simak lah sebagai berikut tentang Kota Medan dengan wisata bersejarahnya.

1.      Masjid Raya Al Mashum

Masjid ini merupakan Masjid yang bersejarah di kota Medan dan berlokasi di Jalan Sisingamangaraja. Sejarah pembangunannya Masjid Raya Al Mashun dibangun 1906 oleh Sulthan Deli yang ke sembilan yaitu Sulthan Makhmud AL Rasyid dan selesai tahun 1909, kemudian diresmikan pada hari Jumat di tahun yang sama.   

Masjid Raya Al Mashun ini dibangun dengan bentuk segi delapan yang memiliki delapan arah mata angin. Masjid tersebut juga dibangun dengan pencahayaan yang cukup sehingga saat siang hari tak perlu ada tambahan penerangan.

 

Masjid Raya Al Mashun memiliki tujuh pintu, jika ke tujuh pintunya dibuka, maka di dalam masjid akan tetap sejuk, walaupun tidak ada pendingin seperti kipas angin atau AC.

Masjid Raya Al Mashun ini juga merupakan satu kesatuan dengan Istana Maimun dan Kolam Deli yang memang sengaja dibangun oleh Sulthan Deli ke Sembilan. Dengan adanya Masjid Raya Al Mashun, Istana Maimun dan Kolam Deli merupakan suatu bukti bahwa adanya perencanaan yang sangat matang seorang pemimpin.

Pengurus Masjid Raya Al Manshun, Muhammad Hamdan mengatkan tersebut bukanlah Masjid pertama yang dibangun oleh Sulthan Deli di Medan. Jadi Masjid yang tertua dibangun adalah Masjid Al Osmani yang berada di Medan Labuhan. Hingga saat ini, pengelolaan Masjid Raya Al Mashun masih dikelola oleh kesulthanan dan juga dibantu oleh pemerintah terutama untuk pendanaan.

Halaman
1234
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved