Ini Tangkapan Narkoba Polres Serdang Bedagai Dua Pekan Terakhir, Kampung Tempel jadi Atensi

Sebanyak 10 LP dan 11 tersangka yang ditangani adalah 9 LP tangkapan Sat narkoba dan 1 LP tangkapan Polsek Firdau.

Ini Tangkapan Narkoba Polres Serdang Bedagai Dua Pekan Terakhir, Kampung Tempel jadi Atensi
TRIBUN MEDAN/HO
Polres Serdang Bedagai saat release tangkapan narkoba dua pekan terakhir. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polres Serdang Bedagai merelease hasil tangkapan barang haram narkotika yang dilakukan dalam kurun waktu dari 1 Maret hingga 14 Maret 2019.

Kapolres Serdang Bedagai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu didampingi Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu beserta jajaran menggelar konferensi pers tangkapan Sat Narkoba Polres Sergai.

"Sebanyak 10 LP dan 11 tersangka yang ditangani adalah 9 LP tangkapan Sat narkoba dan 1 LP tangkapan Polsek Firdaus, dimana status tersangka 1 orang penanam ganja, 6 orang pengedar dan 4 orang pemakai," kata Juliarman, Jumat (15/3/2019).

"Barang bukti yang disita 1 batang ganja tinggi 128 cm berat 50,75 gram, Sabu 33,3 gram dan 1 pucuk senjata softgun," sambungnya.

Adapun identitas tersangka Hendra alias Gosong, Lk 36 tahun adalah penanam ganja. Krisantono alias Kibe, Lk 35 tahun, Tio Paulus Lbn Siantar als Kuwait, Lk 51 tahun.

Kemudian, M Hendra, Lk 21 tahun, Randu, Lk 24 tahun Zainal abidin alias Aseng, Lk 28 tahun dan Muhammad Joni,Lk 43 tahun ke 6 tersangka ini adalah status pengedar

Muhammad Joni ditangkap tanggal 13 Maret 2019 di Kampung Tempel Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamtan Perbaungan. Dimana saat penangkapan tersangka ini mengakibatkan 2 personel sat Narkoba cidera yaitu Iptu P.Sinuhaji Kanit Idik I diterjang diperut dan Brigadir J.Amran Sitorus mengalami luka dikaki kanan dan kiri sehingga tersangka diberikan tindakan tegas terukur dimana paha sebelah kiri tersangka tertembak petugas.

Adapun 4 Orang pemakai yaitu Doni Harianto alias Anto Botak 39 tahun, Rama Dani 19 tahun, Deni Purba 38 tahun dan Toni Gustiawan 26 tahun.

"Para tersangka dikenakan pasal 114 Sub 111 untuk penanam ganja, pasal 114 Sub 112 untuk pengedar sabu dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, pasal 112 sub 127 UU RI NO.35 Th 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," jelas Juliarman.

Lebih lanjut, Juliarman menegaskan bahwa Kampung Tempel menjadi prioritas Polres Sergai untuk menekan peredaran narkoba sehingga diharapkan ke depan Kampung Tempel tidak lagi menjadi basis peredaran narkoba yang cukup meresahkan warga sekitarnya.

"Diharapkan semua warga masyarakat di Kampung Tempel untuk mendukung pemberantasan narkoba disana," pungkas Juliarman.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved