Grand Launching Political Entreprenushop, Anak Politik juga Bisa Berwirausaha!

Satu kegiatan yang membuktikan bahwa anak politik juga bisa berwirausaha adalah Grand Launching Political Entreprenushop

Grand Launching Political Entreprenushop, Anak Politik juga Bisa Berwirausaha!
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Para anggota Political Entrepreneurship menunjukkan produk unggulan mereka dalam Grand Launching Political Entrepreneurshop, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lulusan Jurusan Ilmu Politik, dalam benak setiap orang akan menjadi anggota dewan, pengamat, konsultan atau tenaga pengajar.

Ingin menghadirkan hal yang berbeda dalam mindset anak politik, didirikanlah Political Entrepreneuship (PE) sebagai lembaga kajian baru di bawah Departemen Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU)

Satu kegiatan yang membuktikan bahwa anak politik juga bisa berwirausaha adalah Grand Launching Political Entreprenushop yang mereka lakukan belum lama ini di Pendopo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univerisitas Sumatera Utara (USU)

"Ini adalah hal yang membanggakan. Kita ingin membuktikan jika mahasiswa politik tidak sekadar berpolitik. Harapannya bisa menjadi inspirasi ikatan mahasiswa laim untuk menciptkan hal yang tidak itu-itu saja," kata Ketua Departemen Kewirausahaan PE Ira Rizka Lubis.

Ketua PE Ricky Oval mengatakan, di sini mereka belajar mengembangkan diri. Bukan hanya di politik tetapi iuga dalam organisasi. Belajar berbisnis dan berani sebagai mahasiswa.

Produk dengan lambang P.E yang mereka perkenalkan berupa kaos dengan berbagai warna dan quote, gantungan kunci, bolpoin, minuman kopi, puding brownis alpukat dan air mineral.

"Ini adalah gagasan kita bersama. Bersama anak muda yang merasa mereka memiliki kempuan lebih. Selama ini orang belajar politik hanya teori politik saja. Kita dirikan ini sebagai bagian dari Departemen Ilmu Politik," kata Ketua Jurusan Ilmu Politik FISIP USU Dr Warjio PHd.

Ia berharap, produk mereka bisa dibantu dari sisi pendanaan, dikembangkan dan dikoneksikan dengan pemerintah kota dan pemerintah provinsi.

"Bagaimana bisa membranding produk agar dikenal luas. Jangan sampai putus di tengah jalan. Mereka ini sudah menjadi narasumber dan diundang berbagai acara. Menjadi panitia seminar Internasioal dan sudah berangkat ke universitas di Malaysia untuk membangun jaringan. Tahun ini ke Thailand dan Vietnam," tambahnya.

Ia akan mengusahakan produk ciptaan PE untuk didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

"Anak-anak ini sudah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Mulai dari lembaga kewirausahaan, media dan teman di berbagai universitas. Dengan persiapan selama 3 bulan saya ini luar biasa. Ini sebagai bentuk kemandirian ekonomi yang bisa mereka kerjakan," katanya.

PE didirikan pada 28 November 2017. Kegiatan mereka seputar business plan, even organizer, dan membahas isu berkembang. Mereka pernah membuat seminar meningkatkan partisipasi anak muda dalam politik. Mereka juga sebagai event organizer beberapa seminar nasional, Rapat Kerja wilayah (Rakorwil) Himpunan Mahasiswa Politik (Himapol) Indonesia, hingga berkolaborasi dengan University Sains Malaysia untuk mengadakan Asean Summit Meeting di Kuala Lumpur.

(cr17/tribun-medan.com)

Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved