Ketua Komisi C DPRD Medan Panggil Sekda Agar Ambil Langsung Pasar Kampunglalang, Ini Jawaban Wiriya

Wirya Alrahman mengatakan penyerahan pasar Kampunglalang harus tetap pada mekanisme yang diatur dalam perjanjian kontrak.

Ketua Komisi C DPRD Medan Panggil Sekda Agar Ambil Langsung Pasar Kampunglalang, Ini Jawaban Wiriya
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Pasar Kampunglalang yang baru direhabilitasi Pemko Medan dengan anggaran Rp 26 Miliar. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi C DPRD Medan rencananya akan menggelar rapat dengan memanggil Sekda Pemko Medan untuk mengambil langsung Pasar Kampunglalang dari Kontraktor lantaran sampai batas waktu yang ditentukan, beberapa kekurangan tetap belum juga dibenahi untuk diserahterimakan.

Selain itu, Komisi C DPRD Medan juga menilai keterlambatan serahterima Pasar Kampunglalang sudah menelantarkan pedagang berlarut-larut.

"Besok Senin (18/3/2019) kita panggil pak Sekda untuk segera menyerahkan pasar Kampunglalang. Soalnya Minggu lalu kan Musrenbang jadi baru kita gelar rapat besok. Karena pedagang juga sudah menunggu berlarut-larut karena ini sudah maret," ujar Ketua Komisi C DPRD Medan Boydo HK Panjaitan.

Ia menilai jika proses serah terima Pasar Kampunglalang masih terkatung-katung, masyarakat khususnya pedagang akan mempersepsikan sesuatu yang buruk. "Kampung lalang harus ditempati warga kembali. Jangan pedagang nilai kita main-main," tegasnya.

Boydo mengatakan kontraktor sudah melewati waktu pengerjaan sehingga sangat layak dilakukan pengambil alihan paksa atau diserahterimakan langsung. Menurutnya, jika kontraktor tidak diberikan tindakan tegas, dikhawatirkan oleh Boydo, masyarakat akan mencurigai Pemerintah dan kontraktor.

Apalagi Kontraktor sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara telah menjatuhkan denda Rp 3,1 Miliar lantaran adanya keterlambatan pengerjaan proyek.

"Denda itu juga harus dibayar. Kan bisa dipotong nanti dari berapa sisa yang belum dibayarkan dengan Kontraktor. Yang penting serahterima dulu, baru soal pembayaran belakangan," tukasnya.

Sementara Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman mengatakan penyerahan pasar Kampunglalang harus tetap pada mekanisme yang diatur dalam perjanjian kontrak. Tak hanya DPRD, Pemko Medan pun berupaya agar serah terima dilaksanakan secepatnya.

"Iya kita pun maunya seperti itu. Cuma ada mekanisme yang harus dilewati. Kontraktornya belum mau menandatangani serah terima. Makanya kita tunggu dulu," singkatnya.

Proses serah terima Pasar Kampunglalang sempat ditunda pada 5 Maret 2019 lalu seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi C DPRD Kota Medan, Dinas Perumahan, kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang dan PD Pasar sehari sebelum rencana penyerahan.

Adapun masalah lain yang menjadi penyebab tidak diserahterimakan Pasar Kampunglalang lantaran fasilitas pendukung (genset) belum dilengkapi pihak kontraktor. Selain itu berkas serah terima juga belum menyertakan audio visual.

Proses revitalisasi pasar tradisional Kampunglalang menelan kocek senilai Rp 26 Miliar dari APBD Pemko Medan Tahun Anggaran 2016. Revitalisasi itupun selesai dikerjakan hingga akhir 2017. Rencananya bangunan Pasar Kampunglalang yang akan dipenuhi 726 kios akan diberikan secara gratis kepada pedagang.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved