Mau Buka Usaha? Lihat Kebutuhan Orang Banyak, Langsung 'Hajar Saja'

Banyak sekali ide bisnis yang bisa Anda coba. Terlebih, ragam jenis usaha banyak diciptakan dan dikembangkan secara variatif dan inovatif.

Mau Buka Usaha? Lihat Kebutuhan Orang Banyak, Langsung 'Hajar Saja'
TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Para peserta Seminar Cara Berbisnis Zaman Now dan Strategi Bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) berfoto bersama dengan para pembicara. Kegiatan ini diadakan pada Sabtu, (16/03/2019) di Cradle Event and Coworking Space, Sibayak Room, Cambridge City Square, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Zaman sekarang ini memiliki usaha sendiri bukanlah menjadi hal yang sulit diwujudkan.

Banyak sekali ide bisnis yang bisa Anda coba. Terlebih, ragam jenis usaha banyak diciptakan dan dikembangkan secara variatif dan inovatif.

Namun, beberapa orang masih kesulitan dalam memulai usahanya. Terjadi kesalahan-kesalahan kecil yang tanpa disadari bisa merusak impian menjadi seorang pengusaha. Mereka seringkali takut untuk memulai dan khawatir akan gagal.

Nah, kalau kata CEO and Founder Generation X Indonesia Putra Andika Siagian ST CH, mau usaha, hajar saja.

"Lihat apa kebutuhan orang. Mulai aja. Tidak perlu pandai. Hajar aja. Tabrak. Bangkrut? Ya, harus. Kita harus berjuang," katanya dalam Seminar Cara Berbisnis Zaman Now dan Strategi Bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM), Sabtu, (16/03/2019) di Cradle Event and Coworking Space, Sibayak Room, Cambridge City Square, Kota Medan.

Laki-laki yang biasa disapa Andika ini melanjutkan, untuk menjadi pengusaha apa tujuannya. Kalau mau jadi orang kaya, jadi direktur. Jadi manajer saja. Tujuan bisnis itu apa. Bukan sekadar uang. Tujuannya untuk jauh ke depan .

"Bangkrut itu harus. Kadang-kadang kita melihat sesorang dari hasil akhirnya. Pada saat dia berjuang, kita tidak tahu. Mungkin dia pernah diusir dari kontrakannya," katanya yang memulai pemaparannya dengan berdoa 30 detik untuk kejadian penembakan di New Zealand.

Kalau ingin menjadi pengusaha jangan beranggapan ingin bebas, katanya. Ingin suka-suka. Ia berkata, semakin punya bisnis semakin tidak teratur. Jika para pekerja memiliki hari Sabtu dan Minggu untuk istirahat, menjadi pebisnis tidak bisa seperti itu.

Ia yang memulai bisnis dan memilih meninggalkan pekerjaan sebagai direktur utama satu perusahaan ini memang mengakui pastinya ada kesulitan saat pindah kuadran.

"Berpindah dari seorang pekerja menjadi pengusaha tidak mudah. Harus pelan-pelan. Uang tidak bisa kita stel kapan datangnya. Dan itu susah. Menjadi pengusaha sama dengan membesarkan anak. Kita rela menghutang untuk beli susunya, bajunya. Terus saja lakukan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved