Bagikan Buku dan Alat Tulis, Kapolsek Sidikalang Ingatkan Sekolah Tidak Lakukan Pungli

Kapolsek Sidikalang Kota AKP Jokner Malau mengatakan, kegiatan mereka tersebut terkait pelaksanaan program Police Goes To School.

Bagikan Buku dan Alat Tulis, Kapolsek Sidikalang Ingatkan Sekolah Tidak Lakukan Pungli
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Kapolsek Sidikalang Kota AKP Jokner Malau menyerahkan buku dan alat tulis kepada sejumlah murid SDN 033911 Belangmalum, Senin (18/3/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Murid-murid SDN 033911 Belangmalum, Desa Belangmalum, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, mendapat bantuan buku dan alat tulis dari pihak Polsek Sidikalang Kota, Senin (18/3/2019) pagi. Pembagian dilakukan usai upacara bendera.

Kapolsek Sidikalang Kota AKP Jokner Malau mengatakan, kegiatan mereka tersebut terkait pelaksanaan program Police Goes To School.

"Pagi itu, saya sekaligus menjadi pembina upacara," ujar Jokner.

Selain menyampaikan motivasi bagi para murid untuk semakin serius belajar, Jokner dalam pidatonya juga berpesan bagi kepala sekolah beserta staf pengajar untuk tidak melakukan pengutipan yang tak jelas terhadap para anak didik.

"Pengutipan tak jelas atau pungli merupakan tindak pidana di negara kita. Untuk itu, saya imbau bapak/ibu sekalian agar jangan sekali-kali melakukan pengutipan yang tidak jelas," ujar Jokner.

Jokner menambahkan, pihaknya berharap bantuan para guru SDN 033911 Belangmalum untuk senantiasa menyampaikan imbauan tentang menghindari melakukan pelanggaran hukum kepada para murid.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pemberian hadiah, berupa buku dan alat tulis, terhadap murid-murid yang mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Jokner.

Sementara itu di tempat lain, para personel Ton Dalmas Sat Sabhara Polres Dairi memberikan bantuan sembako kepada seorang nenek penyandang disabilitas di Desa Karing, Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi.

Aksi ini, kata Kasat Sabhara Polres Dairi AKP Lamhot Limbong, merupakan spontanitas dari para anggotanya. Tujuannya tak lain ialah untuk memperdekat hubungan polisi dengan masyarakat.

"Mereka patung-patungan pakai uang pribadi mereka untuk beli sembako, lalu pas keliling, di Desa Karing ketemu sama ibu boru Manullang (nenek penyandang disabilitas). Sembako tersebut kemudian diserahkan," ungkap Lamhot.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved