Berawal dari Susah Pesan Tiket Bus, Carmelo Tumanggor Bikin Aplikasi Buset

Pengalaman yang sama dirasakan oleh CEO Buset (Bus Electronic Ticket) Carmelo Carnelius Tumanggor.

Berawal dari Susah Pesan Tiket Bus, Carmelo Tumanggor Bikin Aplikasi Buset
TRIBUN MEDAN/HO
CEO Buset (Bus Electronic Ticket) Carmelo Carnelius Tumanggor menciptakan sebuah aplikasi yang bernama Bus Electronic Ticket atau Buset. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Karena banyaknya aplikasi pemesanan tiket yang beragam, mulai membeli tiket pesawat hingga tiket nonton cukup dari rumah saja dan tak perlu antri panjang.

Namun untuk pemesanan tiket bus masih menjadi kendala. Hal ini karena belum banyak aplikasi atau website yang bisa memudahkan seseorang untuk berpelesir mudah dengan pemesanan tiket bus secara online.

Pengalaman yang sama dirasakan oleh CEO Buset (Bus Electronic Ticket) Carmelo Carnelius Tumanggor. Carmelo mengaku untuk memesan tiket pulang bus ke kampungnya, harus berulang kali ke terminal bus.

"Jam keberangkatannya juga belum jelas. Kadang kita sudah datang dari pagi, katanya ada bus, kita tungguin tapi enggak ada," kata Carmelo.

Dari pengalamannya itu, Carmelo dan teman-temannya menciptakan sebuah aplikasi yang bernama Bus Electronic Ticket atau Buset.

"Dengan Buset kita bisa memesan tiket bus cukup dari rumah saja. Kita juga bisa menentukan mau memilih keberangkatan jam berapa serta mau duduk dimana," kata Carmelo.

Meski sekarang mulai bermunculan aplikasi pesaing dari perusahaan yang lebih besar, kata Carmelo, Buset ini tetap memiliki banyak kelebihan. Karena selain bisa memesan tiket, lewat Buset pengguna juga bisa melakukan banyak hal lain.

"Misalnya bisa untuk melakukan pengiriman barang ekspedisi, charter bus pariwisata, bus angkutan kota, dan mobil pribadi," katanya.

Carmelo mengembangkan aplikasi ini bersama lima orang lainnya. Tiga orang dari Teknik Informasi Universitas Sumatera Utara, satu dari Teknik Komputer Universitas Sumatera Utara, dan satu dari jurusan Akuntansi Akademi Wilmar.

"Sekarang aplikasi ini sudah bisa di download di playstore, tapi kita mau uji coba dulu sama beberapa perusahaan bus," kata Carmelo.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengakuisisi pasar. Karena kondisinya banyak perusahaan bus yang belum paham cara pengunaan aplikasi.

"Jadi kita harus pelan-pelan edukasi masyarakatnya juga dan supir bus nya. Karena banyak juga mereka belum peka sama teknologi," ujar Carmelo.

Selain itu dengan berkembangnya aplikasi ini bisa memudahkan kemajuan pariwisata di Indonesia khususnya Sumatera Utara.

"Sekarangkan lagi dicanangkan pembangunan trans Sumatera. Kalau itu jadi, Buset ini semoga bisa mempermudah wisatawan yang ingin berpelesir dengan bus," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved